Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meyakini nilai tukar rupiah berpeluang menguat seiring mulai masuknya aliran modal asing ke pasar obligasi domestik.
Pemerintah menilai perbaikan sentimen investor terhadap surat utang Indonesia mulai terlihat dalam beberapa hari terakhir.
Purbaya mengatakan pemerintah terus menjaga stabilitas pasar keuangan nasional di tengah tekanan global yang memicu pelemahan rupiah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni intervensi melalui pembelian obligasi di pasar sekunder.
“Rupiah tidak akan bertahan di level yang (rendah) ini untuk terlalu lama. Kan tadi kita sudah melihat ada perbaikan sentimen ke pasar obligasi kan? Dana mulai masuk ke sini, dan saya pikir ke depan akan lebih banyak yang masuk sehingga rupiah akan menguat,” ujar Purbaya, Selasa (19/5/2026).
Pada penutupan perdagangan Selasa malam, kurs rupiah tercatat melemah 38 poin atau 0,22 persen menjadi Rp17.706 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di level Rp17.668 per dolar AS.
Purbaya menjelaskan pemerintah telah melakukan langkah stabilisasi di pasar obligasi sejak pekan lalu guna menjaga kepercayaan pelaku pasar. Kebijakan tersebut disebut mulai memberi dampak positif terhadap penurunan imbal hasil atau yield surat utang negara.
Menurut dia, investor asing kini mulai kembali melakukan pembelian obligasi Indonesia, baik di pasar sekunder maupun pasar primer. Aliran dana asing di pasar sekunder tercatat sekitar Rp500 miliar, sementara di pasar primer mencapai sekitar Rp1,68 triliun.
Ia menilai arus masuk modal tersebut menjadi indikasi awal pulihnya keyakinan investor terhadap instrumen surat utang Indonesia.
“Jadi, tindakan kita menjaga stabilitas pasar obligasi itu sudah bisa mengembalikan kepercayaan investor asing terhadap obligasi kita, mereka mulai masuk, dolar mulai masuk kan ya harusnya,” katanya.
Pemerintah, lanjut Purbaya, terus memonitor perkembangan arus dana asing yang masuk ke pasar obligasi. Ia mengaku rutin berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Suminto untuk memantau pergerakan dana investor.
Selain itu, pemerintah memastikan asumsi nilai tukar rupiah dalam APBN 2026 tidak akan direvisi. Asumsi harga minyak mentah dunia juga tetap dipatok sebesar 100 dolar AS per barel.




