Trauma dan Halusinasi Jadi Teror di Kamu Harus Mati, Sitha Marino Bikin Penonton Tegang

tabloidbintang.com
10 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Film horor Kamu Harus Mati yang dibintangi Sahila Hisyam, Pamela Bowie dan Sitha Marino tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026.

Film produksi Nant Entertainment ini hadir dengan konsep horor psikologis yang memadukan misteri, trauma, dan teror emosional dalam satu cerita penuh teka-teki.

Sutradara Tema Patrosza menyebut film Kamu Harus Mati menyuguhkan pengalaman horor yang berbeda. Di karya terbarunya Tema tidak hanya mengandalkan sosok hantu atau jump scare

“Film ini bukan hanya tentang hantu atau jumpscare, tapi tentang rasa kehilangan dan bagaimana seseorang berjuang melawan pikirannya sendiri. Penonton akan dibuat bertanya-tanya mana yang nyata dan mana yang hanya ada di kepala Meta,” ujar Tema Patrosza kepada wartawan.

Muhammad Hananto selaku produser menambahkan film Kamu Harus Mati mencoba menghadirkan ketakutan yang dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari.

“Ketakutan terbesar sering kali bukan berasal dari sosok tak kasat mata, tetapi dari trauma dan rasa bersalah yang terus menghantui seseorang. Itu yang ingin kami hadirkan lewat film ini,” kata Muhammad Hananto.

Sitha Marino, mengaku tertarik bergabung karena penasaran dengan pengalaman syuting film horor yang penuh adegan ekstrem.

“Aku memang pengin banget main. Pengen tahu rasanya syuting yang kotor-kotoran dan segala macam,” ungkap Sitha Marino.

Film Kamu Harus Mati tayang di bioskop mulai 21 Mei 2026

Sinopsis Kamu Harus Mati

Film ini mengikuti kisah Meta, seorang perempuan muda yang hidup dalam trauma mendalam setelah kehilangan kekasihnya, Sam, akibat tragedi tragis beberapa tahun silam.

Sejak kejadian itu, Meta mulai sering mengalami halusinasi dan merasa diteror oleh sosok misterius yang diyakininya berhubungan dengan orang-orang di sekitarnya.

Namun ketakutan Meta justru dianggap sebagai gangguan mental oleh kedua sahabatnya, Dona dan Kesi.

Situasi tersebut perlahan membuat hubungan persahabatan mereka merenggang. Meta pun merasa sendirian menghadapi ketakutan yang terus menghantuinya setiap waktu.

Ketegangan semakin memuncak ketika berbagai kejadian aneh mulai mengincar Dona dan Kesi. Meta akhirnya mulai menyadari bahwa teror yang selama ini ia rasakan mungkin benar-benar nyata.

Dalam kondisi mental yang semakin rapuh, Meta harus mencari jawaban atas misteri yang terjadi demi menyelamatkan dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Genjot Ekonomi Daerah, Wamendagri Bima Minta Pemda Digitalisasi UMKM
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Soal Pidato Presiden di Paripurna, Ketum PRIMA: Arah Baru Pembangunan Nasional Berbasis UUD 1945 dan Pancasila
• 3 jam laludisway.id
thumb
Pandangan Fraksi Terkait Kerangka Ekonomi 2027 Disampaikan Awal Juni
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Terbitkan 2 Sprindik Baru Pengembangan Perkara Bupati Ponorogo
• 15 jam laludetik.com
thumb
Kemlu Konfirmasi 9 WNI Peserta Flotilla Gaza Ditangkap Militer Israel
• 6 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.