Jakarta: Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027. Selanjutnya DPR bakal menindaklanjuti pidato Kepala Negara tersebut.
"Kami di DPR akan menindaklanjuti hal tersebut," kata Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
Puan menyampaikan tahapan selanjutnya yaitu pandangan fraksi di DPR terhadap KEM-PPKF RAPBN 2027. Hal itu bakal disampaikan pada 4 Juni 2026. "Oleh karena itu kami mohon semua fraksi agar dapat menyiapkan pandangannya masing-masing," jelas Puan.
Baca Juga :
Puan Tegaskan RAPBN 2027 Harus Antisipasi Risiko Ekonomi Domestik dan Global"Pendapatan negara dalam RAPBN 2027 kami targetkan mencapai kisaran 11,82 hingga 12,40 persen dari PDB," kata Prabowo dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 dalam Rangka Penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD-RI, Jakarta.
Ketua DPR Puan Maharani. Foto: tangkapan layar YouTube Setkab.
Sementara untuk mendukung berbagai program prioritas dan program vital pemerintah, Prabowo menyebut belanja negara direncanakan berada pada kisaran 13,62-14,80 persen dari PDB.
"Defisit pembiayaan dijaga pada 1,80-2,40 persen (dari PDB)," ungkapnya. Asunsi dasar ekonomi makro 2027
Selanjutnya pertumbuhan ekonomi tahun depan ditargetkan sebesar 5,8 persen sampai 6,5 persen. Sedangkan, Presiden menyebut, inflasi akan tetap dijaga pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen, lebih rendah dari target tahun ini sebesar 2,5 persen.
Suku bunga dan surat berharga negara (SBN) tenor 10 tahun ditargetkan pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen. Kemudian, nilai tukar rupiah diproyeksikan bakal menguat dalam rentang Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.
"Strategi fiskal dan moneter kita harusnlah strategi yang mampu menjaga nilai tukar kita harus tetap stabil dengan mata uang dunia," ungkap Prabowo.
Untuk harga minyak mentah Indonesia diperkirakan USD70-USD90 per barel. Lifting minyak pada 2027 ditargetkan sebesar 602 hingga 615 ribu barel per hari, sementara lifting gas bumi diproyeksikan mencapai 934 hingga 977 ribu barel setara gas bumi per hari.




