JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan subsidi bahan bakar minyak (BBM) tetap dipertahankan hingga akhir 2026.
Purbaya mengatakan, pemerintah telah memperhitungkan dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi energi dalam simulasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
“Soal rupiah melemah dan dampaknya terhadap subsidi BBM, itu sudah kami perhitungkan,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kemenkeu, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Purbaya Laporkan Defisit APBN April 2026 Turun Jadi 0,64 Persen, Pajak Naik 16,1 Persen
“Waktu menghitung APBN dan simulasi fiskal, kami sudah menggunakan asumsi kurs yang berbeda dari asumsi dasar APBN sebelumnya. Jadi tidak perlu khawatir,” katanya lagi.
Purbaya menegaskan, subsidi BBM tetap akan berjalan sampai akhir tahun untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional.
“Subsidi BBM masih dipertahankan sampai akhir tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Purbaya Jelaskan Maksud Prabowo soal Warga Desa Tak Gunakan Dolar: Untuk Menghibur Rakyat
Ia menuturkan, dampak pelemahan rupiah terhadap beban subsidi energi tidak sebesar pengaruh kenaikan harga minyak mentah dunia.
“Dampak pelemahan rupiah terhadap subsidi BBM relatif kecil. Yang besar justru harga minyak dunia,” ujarnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- subsidi bbm
- nilai tukar rupiah
- rupiah melemah
- purbaya yudhi sadewa
- menteri keuangan





