Jakarta: Rombongan kedua Amirul Hajj Indonesia mendarat di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, Selasa sore, 19 Mei 2026, waktu setempat. Dipimpin langsung oleh Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), rombongan yang terdiri dari jajaran pejabat tinggi negara dan tokoh organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tersebut langsung bergerak cepat mematangkan persiapan fase puncak haji.
Tampak ikut dalam rombongan di antaranya Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Muhammad Syafi'i, serta perwakilan ormas Islam.
Kedatangan mereka menyusul rombongan pertama Amirul Hajj yang dipimpin Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang telah tiba sehari sebelumnya dan langsung melakukan peninjauan hotel jemaah di wilayah Misfalah, Mekah.
Ditemui usai mendarat, Gus Irfan menegaskan bahwa fokus utama Amirul Hajj saat ini adalah mengawal fase krusial di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Rapat maraton terus digelar secara intensif guna mengantisipasi segala potensi kendala di lapangan.
Baca Juga :
Amirul Hajj Tim 'KH Hasyim Asy'ari' Tiba di Jeddah, Siap Kawal Penyelenggaraan Haji 2026Ia menambahkan bahwa seluruh skenario pergerakan jemaah akan difinalisasi besok. "Difinalkan besok (Rabu). Besok sudah ada final tentang proses Armuzna terkait dengan pergerakan, transportasi, termasuk juga makanan selama Armuzna juga sudah dibicarakan," ungkap Gus Irfan. Apresiasi Kinerja Petugas Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan memberikan apresiasi kepada para petugas haji yang telah berjibaku di lapangan. Kinerja responsif para petugas dinilai mendapatkan respons yang sangat baik dari masyarakat di Tanah Air.
"Petugas, saya apresiasi petugas. Luar biasa mereka. Dan mereka berjibaku di lapangan, dan tone-nya positif semua di tanah air. Berita-berita di atas (media), positif semua," sebut Gus Irfan.
Kendati demikian, Irfan mengingatkan seluruh jajaran agar tidak terlena. Ujian sesungguhnya dari operasional haji justru terletak pada fase Armuzna yang tinggal menghitung hari. Fase ini disebutnya sebagai indikator utama keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Ilustrasi puncak ibadah haji di Armuzna. Foto: MI/Adam Dwi.
"Saya harap ini dijadikan semangat untuk mempertahankan, terutama Armuzna. Puncak dari haji adalah Armuzna," ujarnya.
Irfan mengalkulasi, jika fase kritis ini dapat dilewati dengan aman dan lancar, maka sebagian besar misi pelayanan haji secara umum bisa dinyatakan berhasil.
"Ini artinya Armuzna berjalan sesuai harapan, tentu sudah 80 persen sukses. Jadi walaupun masih panjang, masih ada sampai tengah Juni, tapi kalau Armuzna selesai berarti 80 persen sudah selesai. Ini kan jelang Armuzna," kata dia.
Rombongan dijadwalkan langsung bertolak menuju Mekah. Mereka akan melakukan pemantauan langsung terhadap kesiapan layanan katering, transportasi, serta fasilitas kesehatan menjelang mobilisasi jemaah ke Arafah.




