Fadli Zon Ingin Buat Logo Warisan Budaya Tak Benda untuk Makanan Seperti Logo Halal

kompas.com
3 minggu lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kebudayaan Fadli Zon berencana membuat logo khusus untuk warisan budaya tak benda Indonesia, termasuk pada produk makanan tradisional, mirip dengan konsep label halal.

Menurut Fadli, pemberian logo itu bertujuan memberi nilai tambah sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai produk budaya Indonesia.

“Kalau misalnya ini makanan sudah menjadi warisan budaya tak benda, nah itu kan Indonesian cultural heritage gitu ya. Itu kan agak beda makannya. Kita makan warisan budaya tak benda gitu. Ada nilai tambahnya gitu," kata Fadli ditemui usai taklimat media, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Semarang Borong 6 Warisan Budaya Tak Benda Nasional, Wingko Babat hingga Barongsai Masuk Daftar

Ia menilai makanan yang telah diakui sebagai warisan budaya tak benda akan memiliki daya tarik dan nilai jual lebih tinggi karena memiliki cerita sejarah dan identitas budaya.

Fadli menjelaskan, nantinya produk makanan tradisional yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia akan diberi penanda khusus berupa logo atau cap resmi.

“Jadi seperti logo halal gitu lho," imbuhnya.

Baca juga: Hari Nyepi Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO, Pemprov Bali Siapkan Proposal

Menurut Fadli, logo tersebut akan menjadi pembeda sekaligus penanda bahwa produk yang dijual merupakan bagian dari warisan budaya Indonesia.

Dengan demikian, masyarakat tidak hanya membeli makanan, tetapi juga mengenal nilai sejarah dan budaya di balik produk tersebut.

“Sehingga orang mempunyai edukasi, dan itu juga akan menjadi nilai tambah, nilai lebih bagi para penjualnya bahwa apa yang dia buat ini, yang dia jual ini, adalah satu Warisan Budaya Tak Benda Indonesia," jelasnya.

Baca juga: Minim Anggaran, Festival Pegon Jember Tetap Digelar demi Jaga Warisan Budaya

Selain untuk warisan budaya tak benda, Kementerian Kebudayaan juga tengah menyiapkan logo khusus untuk cagar budaya nasional.

Fadli mengatakan, desain logo tersebut sedang digarap bersama para seniman Indonesia yang terlibat dalam ajang Venice Biennale.

Nantinya, setiap cagar budaya nasional yang telah ditetapkan akan memiliki papan penanda resmi lengkap dengan logo dan informasi digital seperti barcode.

“Sehingga nanti Cagar Budaya Nasional itu yang sudah ditetapkan, ada lambangnya setiap Cagar Budaya," tutur Fadli.

Baca juga: Senjata Tradisional hingga Kosmetik dari Kalteng Jadi Warisan Budaya Takbenda Nasional 2025, Apa Saja?

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Fadli menyebut saat ini Indonesia telah memiliki sekitar 2.727 warisan budaya tak benda.

Ia berharap keberadaan logo resmi dapat memperkuat identitas budaya nasional sekaligus mendorong ekonomi kreatif berbasis budaya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polresta Solo amankan terduga pelaku aksi pocong yang viral di medsos
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Pengakuan Wasit Piala Dunia 2026 yang Ditolak Masuk AS: Diperiksa 11 Jam, Dicecar tentang Politik
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Pegadaian dan BSN Kolaborasi dalam Pendanaan & Integrasi Layanan Digital
• 9 jam laludetik.com
thumb
Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Kawasan Wisata Kuliner Gladak Serang Probolinggo, Jaga Daya Beli dan Kendalikan Inflasi
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Banyak SPPG Tutup Sementara, Dudung Kasih Respons Begini
• 19 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.