JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memburu seorang buronan kasus narkotika internasional bernama Lukmanul Hakim alias Pak Cik Hendra alias Pak Haji yang diduga menjadi pemasok sabu jaringan narkoba Andre Fernando alias The Doctor.
Pak Cik Hendra juga diduga melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga tampil berbeda dibandingkan foto lama yang dimiliki penyidik.
"Berdasarkan keterangan Andre Fernando alias The Doctor, terakhir kali bertemu dengan Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji pada tahun 2024, yang bersangkutan diduga telah melakukan operasi plastik pada bagian wajah sehingga terdapat perbedaan dengan foto yang ditunjukkan oleh penyidik," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Baca juga: Polri Bongkar Modus TPPU Sindikat Narkoba “The Doctor”, Arus Dana Capai Rp 124 Miliar
Pak Cik diduga menjadi pengendali jaringan peredaran sabu lintas negara Malaysia-Indonesia.
Ia merupakan warga negara Indonesia (WNI) asal Aceh. Namanya muncul berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap The Doctor.
Dari keterangan The Doctor, diketahui sabu seberat 5 kilogram yang diedarkan Erwin Iskandar alias Koko Erwin diperoleh The Doctor dari Pak Cik Hendra.
"Berdasarkan keterangan Andre Fernando alias The Doctor, narkotika jenis sabu seberat lima kilogram yang diedarkan oleh Erwin Iskandar alias Koko Erwin diperoleh Andre Fernando alias The Doctor dari Lukmanul Hakim alias Hendra alias Pak Haji," jelas Eko.
Baca juga: Bareskrim Dalami Dugaan TPPU Jaringan Narkoba Ko Erwin, Eks Kapolres Bima Diperiksa
Pak Cik Hendra diduga ganti warga negaraSelain diduga menjadi pemasok sabu, Pak Cik Hendra juga disebut berdomisili di Malaysia dan diduga telah berpindah kewarganegaraan menjadi warga negara Saint Kitts and Nevis.
Bareskrim juga mengungkap bahwa Pak Cik Hendra merupakan daftar pencarian orang (DPO) Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkotika.
Eko menjelaskan, Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Pusat Identifikasi (Pusident) Bareskrim Polri membuat sketsa wajah terbaru Pak Haji berdasarkan keterangan The Doctor.
Kegiatan pembuatan sketsa wajah itu dilakukan pada Senin (18/5/2026) pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Deretan Barang Bukti Saat Andre “The Doctor” Ditangkap: Jam Rolex hingga Tas Louis Vuitton
Tak hanya memburu keberadaan fisiknya, penyidik juga menelusuri aliran dana yang diduga terkait jaringan narkotika tersebut.
Berdasarkan analisis transaksi perbankan terhadap rekening-rekening yang terhubung dengan Pak Haji, ditemukan total 14.961 transaksi selama periode 28 Desember 2018 hingga 31 Maret 2026.
Nilai transaksi dari empat rekening penampungan itu mencapai Rp 464,1 miliar.
“Total volume transaksi mencapai Rp 464.144.761.398,46,” papar Eko.
Sebagai tindak lanjut, Bareskrim akan menerbitkan lembar DPO yang dilengkapi tiga foto, terdiri dari foto sebelum operasi plastik dan hasil sketsa dugaan wajah terbaru setelah operasi plastik.
Selain itu, Polri juga akan mengajukan penerbitan Red Notice melalui Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri terhadap Lukmanul Hakim.
Bareskrim turut mengirimkan permohonan bantuan penangkapan secara police-to-police kepada Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM) guna memburu keberadaan buronan tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




