Dijuluki "Gotham City", Rentetan Begal dan Kejahatan Jalanan Bikin Warga Jakbar Waswas Pulang Malam

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Rentetan aksi kejahatan jalanan yang brutal dan terjadi berulang dalam beberapa waktu terakhir membuat warga Jakarta Barat dilanda keresahan.

Maraknya kriminalitas yang disertai kekerasan terhadap korban membuat wilayah tersebut bahkan dijuluki bak “Gotham City”, kota fiktif sarang penjahat dalam serial film pahlawan super Batman.

Warga mulai cemas pulang malam

Salah satu warga yang merasakan langsung dampaknya adalah Fajar (26), pekerja di kawasan SCBD, Jakarta Pusat, yang tinggal di Duri Kosambi, Cengkareng.

Rute pulang Fajar yang kerap melintasi Jalan Arjuna Utara, Kebon Jeruk, kini membuatnya waswas.

Baca juga: Misteri Dugaan Pembegalan Model di Kebon Jeruk Jakbar: Akun Pengunggah Hilang, Korban Nihil

Apalagi, di kawasan itu baru saja terjadi kasus pembegalan pada Senin (4/5/2026) dini hari, ketika korban didorong ke selokan dan dibacok oleh komplotan bersenjata tajam.

"Sebenarnya mau kita muter ke tempat lain pun sama aja, sekarang di mana-mana bahaya. Udah kayak Gotham City, isinya banyak penjahat, kriminal, kekerasan semua. Takutlah kalau kita pulang kerja kenapa-kenapa pas malam," ucap Fajar kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2026).

Dalam catatan Kompas.com, setidaknya terdapat sepuluh kasus kejahatan dengan kekerasan yang terjadi di Jakarta Barat dalam tiga pekan terakhir.

Kasus tersebut meliputi curanmor bersenjata api di Kebon Jeruk dan Palmerah, begal dan jambret bersenjata tajam di Palmerah dan Tamansari, penyiraman air keras di Rawa Buaya, hingga pembacokan berkedok tawuran di Tambora dan Grogol Petamburan.

Warga terpaksa ubah cara pulang

Untuk menghindari risiko menjadi korban, Fajar kini memilih memacu kendaraannya di atas batas aman saat melintasi kawasan rawan.

Ia juga menjadi lebih waspada terhadap siapa pun yang berada di pinggir jalan pada malam hari.

Baca juga: Gelombang Kejahatan Jalanan Bersenjata di Jakbar: Begal hingga Curanmor Kian Terang-terangan

"Sekarang kalau lewat situ ngebut aja udah, bawa 80-90 (km/jam) kalau memang kosong, yang penting enggak dibegal. Terus jadi panik kalau misal lihat ada orang berhenti atau berdiri di pinggir jalan, bawaannya waswas," ucapnya.

Bahkan, ia sempat meminta rekan kerjanya untuk pulang bersama atau berkonvoi saat melintasi jalur tersebut pada malam hari.

Rasa takut juga dialami warga lain

Kecemasan serupa turut dirasakan Shadam, warga Cengkareng yang bekerja di kawasan Gambir, Jakarta Pusat.

Rentetan kabar kriminalitas bersenjata di media sosial membuatnya semakin takut berkendara malam hari.

"Jangankan malam, sekarang orang kalau nyolong motor itu pasti bawa senpi, dan mereka berani siang-siang, pas lagi ramai. Terus entar kalau misal ada yang ngejar ditembak pakai pistol, kan kita ngeri juga," ucap Shadam.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Viral Pemotor Cekcok dengan Petugas Jalur TJ di Jakbar, Akhirnya Nyerah lalu Putar Balik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun Puasa Gelar
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Kemenhaj Imbau Jemaah Hindari City Tour Jelang Puncak Haji Armuzna, Ini Alasannya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Cara Membuat Kesan Pertama yang Baik saat Bertemu Orang Baru
• 20 jam lalubeautynesia.id
thumb
Purbaya Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif Cukai Rokok 2027
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bursa Transfer Persib Bandung: Media Belanda Tiba-Tiba Bawa Kabar Buruk untuk Maung Bandung, Satu Pemain Bisa Lepas
• 21 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.