Asosiasi Kontraktor Sebut Pembangunan Konstruksi PSN Terdampak Depresiasi Rupiah

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA --- Asosiasi Konstraktor Indonesia (AKI) mengungkap dampak pelemahan rupiah terhadap progres konstruksi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini tengah dikerjakan pemerintah.

Ketua Umum AKI, Djoko Sarwono menjelaskan bahwa pelemahan kurs Rupiah ini dampaknya terasa langsung, khususnya pada proyek yang memiliki komponen impor tinggi seperti baja, bitumen, hingga alat berat.

“Kontraktor yang kontraknya berbasis Rupiah, tapi struktur biayanya 30%-50% impor, akan mengalami tekanan margin,” jelasnya kepada Bisnis, Rabu (20/5/2026).

Dia mencontohkan, untuk Proyek Strategis Nasional seperti Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang proses konstruksinya saat ini tengah berjalan, dampaknya diproyeksi akan menghambat cash flow dan laju konstruksi.

Sementara pada beberapa PSN yang baru hendak dimulai seperti Giant Sea Wall (GSW), pelemahan Rupiah ini berisiko mendorong pembengkakan biaya di awal menjadi lebih tinggi.

“Pelemahan rupiah ini ujian buat manajemen risiko proyek. Kalau mitigasinya tepat, PSN tetap bisa jalan tanpa banyak delay. Yang penting koordinasi antara Kemenkeu, PUPR, dan pelaku usaha harus intens,” tambahnya.

Baca Juga

  • Indonesia-Jerman Teken Work Plan Infrastruktur Mutu 2026-2027
  • Hunian Infrastruktur dan Ekonomi di Sumatra Mulai Pulih Pascabencana 2025
  • Rapat Daring, AHY Laporkan Progres Agenda Prioritas Infrastruktur ke Prabowo

Seiring dengan hal tersebut, AKI memberikan catatan setidaknya terdapat empat hal yang harus segera dilaksanakan pemerintah untuk menyiasati hal tersebut. Pertama mempercepat penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai substitusi impor.

Kedua, untuk proyek strategis dengan komponen impor besar, mempertimbangkan skema hedging atau pembayaran multi-currency agar risiko kurs tidak sepenuhnya dibebankan ke kontraktor.

Ketiga, memastikan formula indeks penyesuaian harga di kontrak PSN update dan mencerminkan kondisi pasar saat ini.

Keempat, menjaga kepastian anggaran dengan memprioritaskan proyek yang memiliki multiplier effect tinggi seperti JTTS dan perumahan.

“Pelemahan rupiah bukan alasan menghentikan PSN, tapi jadi momentum untuk memperkuat manajemen risiko dan kemandirian material konstruksi,” pungkas Djoko.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jumlah Korban Dugaan Pencabulan di Ngadiluwih Bertambah, DP2KBP3A Lakukan Pendampingan Intensif
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Polisi Bongkar Praktik Haji Ilegal, 320 Orang Jadi Korban
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
Permintaan Meningkat, Antrean Biosolar di Padang Meluber hingga ke Jalan
• 16 jam lalukompas.id
thumb
MPR Prihatin 4 Jurnalis dan Satu Aktivis RI Diculik Israel, Sebut Langgar Hukum Internasional
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Aksi Damai Warga Bandung Minta 9 WNI yang Diculik Israel Dibebaskan, Termasuk Dua Jurnalis Republika
• 16 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.