Pasukan Israel dilaporkan mencegat kapal terakhir yang membawa bantuan untuk Gaza. Saat ini sudah ada lebih dari 50 kapal yang dihentikan Israel.
Dilansir Aljazeera, pasukan Israel disebut telah menghentikan seluruh 77 kapal yang berpartisipasi dalam misi terbaru untuk mematahkan pengepungan Israel di Jalur Gaza. Pencegatan ini dimulai pada Senin (18/5).
Angkatan laut Israel dilaporkan mengirimkan "armada angkatan laut yang lengkap" untuk menaiki kapal-kapal tersebut dan menahan ratusan awak sukarelawan internasional di dalamnya.
Diketahui, dalam misi ini ada 9 orang warga negara Indonesia (WNI) yang ikut armada Global Sumud Flotilla. Mereka saat ini ditahan oleh Israel.
Aksi penculikan oleh Israel ini menjadi perbincangan oleh masyarakat global. Terlebih, ada sejumlah warga negara Indonesia yang berada dalam kapal tersebut.
"Betul," kata Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, saat dikonfirmasi, Rabu (20/5/2026). Heni menjawab soal 9 WNI diculik Israel.
Adapun informasi ini mulanya disampaikan oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Mereka mengungkap ada dua warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Kars-1 Sadabat yang diculik Israel.
Berikut 9 WNI yang diculik tentara Israel berdasarkan laporan GPCI:
1. Herman Budianto Sudarsono. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
2. Ronggo Wirasanu. (GPCI - Dompet Dhuafa) Kapal Zapyro
3. Andi Angga Prasadewa - (GPCI - Rumah Zakat) Kapal Josef
4. Asad Aras Muhammad - (GPCI - Spirit of Aqso) Kapal Kasr-1
5. Hendro Prasetyo. (GPCI - SMART 171) Kapal Kasr-1
6. Bambang Noroyono. (REPUBLIKA) Kapal BoraLize
7. Thoudy Badai Rifan Billah (REPUBLIKA) Kapal Ozgurluk
8. Andre Prasetyo Nugroho - (Tempo) Kapal Ozgurluk
9. Rahendro herubowo (Tim Media GPCI dan iNews) Kapal Ozgurluk
(zap/yld)





