Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) memperpanjang sekaligus menambah fasilitas kredit untuk entitas Grup Erajaya, PT Sinar Eka Selaras Tbk. (ERAL) dan sejumlah entitas anak dengan total plafon mencapai ratusan miliar rupiah serta fasilitas valuta asing jutaan dolar AS.
Corporate Secretary Sinar Eka Selaras Badar Teguh Mancik Alam mengatakan perjanjian perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit dengan BCA tersebut telah ditandatangani pada Senin, 18 Mei 2026.
Menurut dia, fasilitas kredit tersebut dialokasikan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perseroan dan entitas anak, sekaligus mendukung transaksi berbasis valuta asing.
“Fasilitas kredit tersebut dialokasikan untuk membiayai modal kerja perseroan dan entitas anak, serta mendukung pemenuhan transaksi berbasis valuta asing,” tulis Badar dalam keterbukaan informasi.
Dalam perjanjian tersebut, BCA memberikan fasilitas kredit lokal senilai Rp245 miliar dengan bunga 6,75% per tahun dan tenor hingga 13 Mei 2027. Fasilitas itu digunakan oleh ERAL bersama sejumlah entitas anak seperti PT Mitra Internasional Indonesia (MII), PT Era Gaya Indonesia (EGI), PT Era Inovasi Otomotif (EIVO), hingga PT Sinar Era Aktif (SEA).
Selain itu, ERAL juga memperoleh tambahan fasilitas time loan sebesar Rp450 miliar dengan bunga 6,75% per tahun hingga Mei 2027. Perseroan turut mendapatkan fasilitas kredit investasi senilai Rp148 miliar dengan tenor tiga tahun.
Baca Juga
- Rencana di Balik Langkah XPeng Akuisisi 90,1% Saham Pabrik EV Milik Grup Erajaya (ERAL)
- XPeng Borong 90,1% Saham Anak Usaha Grup Erajaya (ERAL) di Sektor Otomotif
- Jurus Para Investor Kejar Diskon Saham BCA (BBCA)
Tak hanya itu, BCA menyediakan multi credit facility dalam mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura dengan plafon mencapai US$10 juta, 3,5 juta dolar Singapura, dan Rp190 miliar.
Adapun fasilitas forex forward line diberikan sebesar US$6 juta dan 200 juta yuan China guna mendukung kebutuhan transaksi valuta asing ERAL dan anak usaha.
Badar menegaskan penandatanganan perpanjangan dan penambahan fasilitas kredit tersebut tidak membawa dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, maupun kelangsungan usaha perseroan.
“Penyesuaian komitmen finansial dalam perjanjian ini dirancang secara proporsional untuk menyelaraskan kapasitas pendanaan dengan perkembangan kinerja perseroan,” tulisnya.





