Jakarta: Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan momentum Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi pengingat bagi generasi muda agar tidak hanya mengejar pendidikan akademik, tetapi membangun karakter, moral, dan semangat kebangsaan. Ini penting agar menjadi generasi emas yang adaptif, kolaboratif, serta hadir sebagai sumber solusi bagi berbagai tantangan bangsa di masa depan.
Hal tersebut disampaikan Ibas saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Kebangsaan menyambut Hari Kebangkitan Nasional bertajuk Belajar Now, Aksi Esok, Ukir Great Future, Generasi Emas Bangun Bangsa, Senin, 18 Mei 2026. Forum ini dihadiri ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya ISIMU Pacitan, Universitas Indonesia, Universitas Pertahanan, UIN Jakarta, hingga Universitas Negeri Jakarta.
Ibas mengingatkan pendidikan tidak boleh hanya dimaknai sebagai proses meraih gelar semata. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab lebih besar untuk membentuk jati diri kebangsaan dan menjadi generasi penerus yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia.
“Saya yakin mahasiswa yang hadir hari ini tidak hanya mencari gelar, tetapi juga sedang menempa diri untuk menjadi generasi yang memiliki jati diri kebangsaan,” ujar Ibas dalam keterangannya, Rabu, 20 Mei 2026.
Ia menekankan semangat Hari Kebangkitan Nasional harus dimaknai lebih luas, bukan sekadar menjaga filosofi bangsa, melainkan juga memahami arti penting pendidikan dalam membangun masa depan Indonesia. Ia mendorong generasi muda untuk aktif mengawal jalannya pemerintahan melalui kritik yang konstruktif, menjaga persatuan, memperjuangkan keadilan, serta memastikan setiap kebijakan bermuara pada kesejahteraan rakyat.
"Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya soal mempertahankan filosofi bangsa, tetapi bagaimana kita memahami makna pendidikan dan ikut mengawal pembangunan agar tetap mengedepankan persatuan, keadilan, dan kesejahteraan nasional," tutur dia.
Baca Juga :
Tema dan Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026, Lengkap dengan Link DownloadMenurut dia, kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Ia mengingatkan pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan moral dan kepribadian.
"Kalian harus menjadi kompas moral bagi diri sendiri. Pendidikan yang sejati adalah pendidikan yang membentuk manusia bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral dan perilaku," ungkap Ibas.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mendorong generasi muda untuk hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan bangsa, mulai dari kemiskinan, disrupsi teknologi, lingkungan hidup, hingga pengangguran. Ia mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga penggerak dan penjernih informasi di tengah masyarakat.
"Negara ini terlalu luas untuk diurus satu golongan, kita hanya bisa maju jika berjalan bersama," tegas dia.
Wakil Ketua MPR Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Istimewa.
Sementara itu, Rektor ISIMU Pacitan, Ahmadi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswa untuk hadir langsung di Gedung DPR RI dan berdialog bersama Ibas. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi momen berharga yang membangkitkan semangat, harapan, dan rasa percaya diri mahasiswa, khususnya bagi mereka yang berasal dari daerah.
Ia menilai kunjungan akademik tersebut tidak sekadar menjadi perjalanan edukatif, tetapi juga pengalaman yang membuka wawasan kebangsaan mahasiswa tentang demokrasi, kepemimpinan, dan masa depan Indonesia. Ahmadi menilai apa yang disampaikan Ibas telah memberikan motivasi besar bagi mahasiswa untuk terus belajar, menjaga integritas, dan berkontribusi bagi bangsa.
"Mahasiswa kami pulang bukan hanya membawa dokumentasi perjalanan, tetapi juga membawa inspirasi, harapan, dan keyakinan baru bahwa anak-anak daerah pun memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi besar dan mengambil bagian dalam membangun Indonesia," ujar Ahmadi.




