Donald Trump Presiden Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa pihaknya akan bergerak cepat menuju pengakhiran perang dengan Iran.
“Kita akan mengakhiri perang itu dengan sangat cepat. Mereka sangat ingin membuat kesepakatan, mereka sudah lelah dengan ini,” kata Trump di Gedung Putih seperti dilaporkan Anadolu pada Rabu (20/5/2026).
Namun, ia tetap menekankan agar Iran tak memproduksi senjata nuklir di sela-sela seruannya untuk mengakhiri perang.
“Saya pikir kita akan segera menyelesaikan itu, dan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir, dan mudah-mudahan kita akan menyelesaikannya dengan cara yang sangat baik,” tambahnya.
Ia juga menyoroti kekuatan militer AS dan menyebut sejumlah operasi belakangan ini telah melemahkan kemampuan Iran.
“Militer kita adalah yang terhebat di dunia…Kita telah melenyapkan angkatan laut mereka. Angkatan udara mereka telah lenyap. Pertahanan anti-pesawat mereka telah lenyap. Semua material yang mereka gunakan untuk peperangan telah hilang…Saya tidak ingin mengatakan para pemimpin mereka telah tiada, karena itu tidak pantas, tetapi itulah kenyataannya,” katanya.
Hingga akhir pernyataannya, Trump menegaskan Iran tidak akan diizinkan untuk mengembangkan senjata nuklir dalam keadaan apa pun.
“Kami tidak akan bisa mentolerir itu, dan kami tidak akan mentolerirnya,” katanya.
Konflik ini terjadi sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Lalu Iran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk dan mengancam dengan kebijakan penutupan Selat Hormuz.
Sampai gencatan senjata terjadi dan berlaku mulai 8 April melalui mediasi yang ditengahi oleh Pakistan, tetapi mediasi tersebut gagal menghasilkan kesepakatan. Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu yang ditentukan. (mar/saf/faz)




