93% Jemaah Haji Sudah di Makkah, Gus Irfan Minta Jaga Kesehatan Jelang Wukuf

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyebut persiapan operasional puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) terus dimatangkan. Menurutnya, hingga saat ini sekitar 93 persen jemaah Indonesia telah tiba di Tanah Suci dan siap menyambut Armuzna.

“Alhamdulillah tadi kami mendapatkan paparan bahwa sudah 93 persen jemaah hadir di Tanah Suci. Mudah-mudahan sisanya segera menyusul,” kata Irfan Yusuf di Jeddah, Selasa (19/5).

Dalam momen tersebut, Gus Irfan yang juga pimpinan Amirul Hajj itu didampingi sejumlah tokoh dan pejabat, di antaranya Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Menteri Agama Romo Syafi’i, Rektor UIN Maliki Malang Ilfi Nurdiana, penasihat presiden Muhadjir Effendy, Heri Hermansyah, Safira Machrusah, Saifuddin Chalim Abdullah, dan Hasyimsyah.

Gus Irfan menjelaskan, salah satu tugas utama Amirul Hajj adalah memastikan seluruh proses ibadah haji jemaah Indonesia berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat.

“Salah satu tugas Amirul Hajj adalah memastikan semua proses haji para jemaah kita berjalan dengan lancar, aman, nyaman, dan semuanya pulang dengan sehat serta menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf juga mengungkapkan kabar positif terkait kondisi kesehatan jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah jemaah wafat tahun ini disebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun lalu.

“Alhamdulillah laporan tadi jumlah yang meninggal jauh lebih kecil dibanding tahun lalu. Semoga ini perkembangan yang baik,” katanya.

Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat memasuki fase Armuzna yang dikenal sebagai puncak pelaksanaan ibadah haji.

Terkait persiapan Armuzna, Gus Irfan mengatakan pemerintah terus melakukan rapat evaluasi setiap malam guna mengantisipasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul di lapangan.

Menurutnya, sejumlah aspek penting seperti pergerakan jemaah, transportasi, hingga distribusi konsumsi selama Armuzna telah dibahas secara detail dan akan segera difinalisasi.

“Setiap malam kami meeting membahas kendala-kendala yang kemungkinan muncul. Besok akan difinalkan terkait proses Armuzna, termasuk pergerakan, transportasi, dan makanan selama Armuzna,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Armuzna menjadi indikator utama suksesnya penyelenggaraan ibadah haji Indonesia tahun ini.

“Puncak haji itu Armuzna. Kalau Armuzna berjalan sesuai harapan, artinya 80 persen penyelenggaraan haji sudah sukses,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang dinilainya bekerja keras di lapangan melayani jemaah.

Menurut dia, para petugas terus berjibaku memastikan pelayanan berjalan optimal sejak kedatangan jemaah hingga menjelang puncak haji.

“Petugas luar biasa. Mereka berjibaku di lapangan dan saya melihat tone pemberitaan dari Tanah Suci juga positif semua,” ujarnya.

Ia berharap semangat para petugas tetap terjaga hingga seluruh rangkaian ibadah selesai, terutama saat fase Armuzna yang menjadi tantangan terbesar dalam operasional haji.

Menjelang wukuf di Arafah, Gus Irfan juga mengingatkan jemaah Indonesia agar menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas ibadah berlebihan.

Ia meminta jemaah mengukur kemampuan fisik masing-masing, termasuk tidak terlalu sering melaksanakan umrah sunah yang dapat menguras stamina menjelang puncak haji.

“Jangan memaksakan hal-hal di luar kemampuan. Misalnya umrah sampai tiga atau empat kali, jangan sampai itu membuat risiko kesehatan tidak siap menghadapi wukuf di Arafah,” katanya.

Selain itu, ia meminta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk tidak menggelar kegiatan city tour sebelum fase Arafah selesai demi menjaga kesehatan jemaah.

“Kepada KBIHU, tolong tidak ada city tour sebelum Arafah selesai. Jemaah harus dijaga kesehatannya,” tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Dosen UPN Veteran Yogyakarta, Berujung Dinonaktifkan
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Prabowo Targetkan Pengangguran Turun Jadi 4,30 Persen pada 2027
• 2 jam laludisway.id
thumb
Dampak Proyek MRT, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Harmoni
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Pelindo Multi Terminal Siap Dukung Hilirisasi dan Komoditas Baru di Indonesia Timur
• 21 jam laluterkini.id
thumb
F-Golkar MPR Dorong Percepatan Pembentukan Undang-Undang Obligasi Daerah
• 18 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.