Sebagai perusahaan venture capital yang berfokus lintas sektor di Indonesia dan Asia Tenggara, East Ventures menegaskan bahwa keberlanjutan kini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis dan proses investasinya. Perusahaan tidak hanya menyediakan pendanaan, tetapi juga mendampingi startup melalui bimbingan strategis, pengembangan kapasitas, hingga penguatan akuntabilitas.
Baca juga: Peluang Ekonomi Hijau Dorong Arah Baru Bisnis Sertifikasi
Willson Cuaca mengatakan keberlanjutan telah menjadi bagian dari DNA perusahaan sejak awal. Menurutnya, para founder startup saat ini semakin mengedepankan disiplin operasional dan fokus bisnis yang lebih matang di tengah dinamika industri teknologi.
“East Ventures akan terus mendukung para founder dengan standar yang semakin tinggi, mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam laporan tersebut, East Ventures menyoroti sejumlah dampak utama yang berhasil dibangun sepanjang tahun. Dengan pendekatan investasi sector-agnostic, perusahaan mendukung startup di berbagai sektor strategis seperti AI-first, fintech, healthtech, logistik, consumer, hingga climate tech. Secara kolektif, ekosistem East Ventures disebut telah berkontribusi terhadap 16 dari 17 target Perserikatan Bangsa-Bangsa Sustainable Development Goals (SDGs).
Selain investasi, East Ventures juga aktif menjalankan berbagai inisiatif sosial dan pengembangan ekosistem digital. Beberapa program yang disorot antara lain My First $1000, program kewirausahaan bagi pelajar di Singapura, kemudian East Ventures Digital Competitiveness Index yang memetakan daya saing digital di berbagai provinsi Indonesia, hingga Climate Impact Innovations Challenge, kompetisi teknologi iklim yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di Indonesia.
Perusahaan juga memperkenalkan ECOVISEA, sebuah kalkulator emisi gas rumah kaca berbasis web yang dapat diakses secara gratis untuk membantu perusahaan maupun individu menghitung jejak karbon mereka.
Dari sisi lingkungan kerja, East Ventures menekankan komitmennya terhadap keberagaman, kesetaraan, dan inklusi. Saat ini, perempuan mengisi 54% posisi di dalam tim perusahaan, termasuk 50% posisi senior leadership dan 33% partner investasi. Di tingkat ekosistem, sekitar 26% perusahaan portofolio aktif East Ventures didirikan atau dipimpin oleh perempuan.
Di bidang lingkungan, East Ventures menargetkan pencapaian emisi nol bersih untuk Scope 1 dan Scope 2 pada 2030. Sementara target net zero yang mencakup emisi pembiayaan (financed emissions) dipatok pada 2050. Perusahaan mengklaim telah menurunkan emisi Scope 1, 2, dan 3 sebesar 23% sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Avina Sugiarto menegaskan bahwa pendekatan ESG di East Ventures tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif. Menurutnya, prinsip ESG telah menjadi bagian penting dalam tata kelola perusahaan, pengelolaan risiko, dan kesiapan menghadapi standar global yang terus berkembang. Ia menambahkan seluruh capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari tim internal, perusahaan portofolio, hingga para mitra di dalam ekosistem East Ventures.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)





