jpnn.com - Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut pihaknya terus menggenjot pembentukan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di berbagai wilayah.
Dia berharap setiap kabupaten atau kota di Indonesia bakal memiliki satuan Yon TP dalam beberapa waktu mendatang.
BACA JUGA: Menyesal, Noel: Mendingan Korupsi Sebanyak-banyaknya
Hal demikian disampaikan Maruli setelah hadir dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
"Harapannya tiap kabupaten nantinya memiliki satu batalyon, ditambah batalyon kecabangan seperti pertahanan udara, armed, zeni, dan sebagainya," kata dia melalui keterangan persnya dikutip Rabu (20/5).
BACA JUGA: Update Dugaan Pencabulan Santriwati oleh Pimpinan Ponpes di Garut
Toh, kata Maruli, pembentukan Yon TP menjadi aspirasi daerah dengan menanyakan waktu pembentukan satuan tersebut.
"Hampir seluruh daerah menanyakan kapan pembangunan satuan tersebut dilaksanakan di wilayah mereka,” lanjut eks Pangkostrad itu.
BACA JUGA: Pengamat Anggap Masa Keemasan Jokowi Sudah Habis, Sulit Mendongkrak Elektabilitas PSI
Maruli menegaskan TNI AD terus mendukung berbagai program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto seperti pembangunan jembatan, penyediaan air bersih, dan penguatan sektor pertanian.
Menurutnya, program prioritas itu menjadi upaya TNI membantu percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Terkait berbagai peristiwa yang melibatkan oknum prajurit, Maruli menegaskan komitmen TNI AD menegakkan disiplin dan memproses setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Terkait pelanggaran-pelanggaran, kami berkomitmen untuk menindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” ujar eks Pangdam IX/Udayana tersebut.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin membeberkan alasan pihaknya membentuk 750 Yon TP baru sampai 2029 saat rapat bersama Komisi I di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).
Mulanya, Sjafrie mengungkap sejumlah negara di regional mempertanyakan alasan Indonesia membentuk 750 Yon TP
"Ada yang kaget dan bertanya, untuk apa bikin 750 batalion selama lima tahun," kata dia dalam rapat, Selasa.
Sjafrie mengatakan pemerintah membentuk 750 Yon TP baru karena Indonesia mempunyai 514 kabupaten atau kota dengan 287 juta jiwa.
Dia mengatakan Indonesia bukan berusaha menyerang negara lain ketika membuat 750 Yon TP baru sampai 2029.
"Kita ingin mengawal kedaulatan negara kita," demikian Sjafrie berbicara dalam rapat.
Dia mengatakan negara di regional mengerti ketika Indonesia membentuk 750 Yon TP baru sampai 2029 untuk kepentingan menjaga kedaulatan.
"Jadi kami membangun kemampuan kita ini adalah untuk mengawal ini semuanya. Akhirnya mereka bisa mengerti," kata dia.(ast/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan




