Gereja Merah Bersiap Naik Kelas Jadi Destinasi Heritage Andalan Kota Probolinggo

beritajatim.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita:

Probolinggo (beritajatim.com) – Gereja Merah, bangunan cagar budaya legendaris di Kota Probolinggo, bersiap naik kelas menjadi destinasi heritage unggulan sekaligus pusat wisata religi dan penggerak ekonomi UMKM masyarakat.

Rencana pengembangan itu mengemuka saat Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani mengunjungi Gereja Merah di Jalan Suroyo Nomor 32, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan bersama pengurus gereja dan jajaran Pemerintah Kota Probolinggo, dibahas strategi penguatan kawasan wisata sejarah agar tidak hanya menjadi ikon heritage, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi berkelanjutan.

Gereja Merah yang berdiri sejak 1862 tersebut selama ini masih menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan perawatan bangunan. Seluruh kebutuhan operasional dan pemeliharaan sebagian besar masih mengandalkan swadaya jemaat.

Padahal, bangunan peninggalan kolonial dengan konstruksi knockdown asal Jerman itu telah lama menjadi salah satu ikon wisata sejarah Kota Probolinggo dan masih aktif digunakan oleh sekitar 88 kepala keluarga jemaat.

Ketua Dekranasda Kota Probolinggo dr. Evariani mengatakan potensi wisata sejarah dan religi Gereja Merah harus dikembangkan lebih serius agar menjadi magnet wisata baru di Kota Probolinggo.

Salah satu konsep yang disiapkan ialah pembangunan area kantin terbuka, pusat oleh-oleh, dan gerai UMKM di sisi utara gereja. Kawasan tersebut nantinya akan diintegrasikan dengan aktivitas wisata serta agenda publik seperti Car Free Day.

“Ini bisa menjadi peningkatan ekonomi rumah ibadah sekaligus memperkuat daya tarik wisata religi di Kota Probolinggo,” ujar Evariani.

Pengelola gereja menyebut kawasan UMKM dirancang dengan konsep terbuka tanpa sekat agar pengunjung lebih nyaman menikmati suasana wisata heritage sambil berinteraksi dengan pelaku usaha lokal.

Selain kuliner, kawasan itu juga diproyeksikan menjadi etalase produk kreatif dan suvenir khas Kota Probolinggo.

Pendeta Wiwik Kristiani Kembuan menjelaskan pengembangan kawasan UMKM menjadi langkah strategis untuk menopang kebutuhan operasional dan biaya perawatan bangunan cagar budaya yang terus meningkat setiap tahun.

“Area kantin yang sedang dibangun nantinya akan menyediakan ruang khusus untuk produk UMKM dan pusat oleh-oleh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Probolinggo M. Abas menegaskan pemerintah harus hadir mendukung pengelolaan wisata heritage secara konkret, bukan hanya menjadikannya sebagai materi promosi wisata.

“Pemerintah harus hadir, tidak hanya sekadar membranding tempat wisata, tetapi juga memberikan dukungan terhadap dinamika pengelolaannya,” kata Abas.

Menurutnya, hasil diskusi dengan pengurus gereja menunjukkan masih banyak tantangan yang dihadapi pengelola, mulai dari pembiayaan hingga pengembangan fasilitas penunjang wisata religi.

Karena itu, Pemkot Probolinggo berkomitmen menyiapkan langkah strategis agar Gereja Merah berkembang menjadi destinasi wisata sejarah dan religi unggulan di Jawa Timur sekaligus pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. [rap/beq]


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Melemah Setelah Pidato Prabowo, Investor Cermati Kebijakan Pemerintah
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Jadwal SPMB SMP Negeri Surabaya 2026, Catat Tanggalnya
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Jadwal Salat Kota Makassar 20 Mei 2026
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Prabowo Tiba di DPR RI Disambut Puan Maharani, Siap Sampaikan KEM PPKF 2027
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Pertamina dan ASRI Energi Bangun Kesadaran Transisi Energi Bagi Pelajar
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.