Bisnis.com, JAKARTA - Menjelang Hari Raya Iduladha, kebutuhan hewan kurban seperti sapi, kambing, domba, hingga kerbau biasanya meningkat tajam. Di tengah banyaknya pilihan hewan yang dijual, masyarakat perlu lebih teliti agar hewan yang dikurbankan tidak hanya sehat, tetapi juga memenuhi syarat sah menurut syariat Islam.
Dalam Islam, ibadah kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk ketaatan kepada Allah SWT serta wujud kepedulian sosial kepada sesama, terutama kaum dhuafa. Karena itu, penting memastikan hewan kurban yang dipilih benar-benar layak dan memenuhi ketentuan agama.
Tips Memilih Hewan KurbanBerikut beberapa tips memilih hewan kurban yang baik dan sesuai syariat.
1. Pastikan Hewan dalam Kondisi SehatHewan kurban wajib berada dalam kondisi sehat agar aman dikonsumsi dan sah dijadikan kurban. Ada beberapa ciri hewan sehat yang bisa diperhatikan sebelum membeli, antara lain:
- Bulu bersih dan tampak mengilap
- Tubuh gemuk atau tidak terlalu kurus
- Gerakannya lincah dan aktif
- Mata terlihat cerah
- Nafsu makan baik
- Suhu tubuh normal sekitar 37 derajat Celsius dan tidak demam
- Bagian mulut, mata, hidung, telinga, dan anus terlihat bersih serta normal
- Selain itu, perhatikan apakah ada lendir atau darah yang keluar dari hidung, mata, atau bagian tubuh lainnya.
Jika ditemukan tanda tersebut, hewan perlu diperiksa lebih lanjut karena bisa jadi sedang sakit.
Kondisi kotoran hewan juga bisa menjadi indikator kesehatan. Kotoran yang padat umumnya menandakan hewan sehat, sedangkan kotoran cair bisa menjadi tanda gangguan kesehatan.
Baca Juga
- Konsumsi Puncak Haji Sering Dijadikan Oleh-Oleh, Kemenhaj: Makanan Aman sampai 18 Bulan
- Era AI Ubah Industri Kreatif, Talenta Desain Strategis Kian Dicari
- Cerita Damiri, Jemaah Haji Pengidap Diabetes yang Jalani Amputasi di Arab Saudi
Dalam syariat Islam, hewan kurban tidak boleh memiliki cacat yang jelas. Beberapa kondisi cacat yang membuat hewan tidak layak dijadikan kurban antara lain:
- Buta sebelah atau kedua matanya
- Pincang yang tampak jelas
- Sakit parah
- Sangat kurus hingga tidak memiliki sumsum tulang
Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
“Ada empat cacat yang tidak dibolehkan pada hewan kurban: buta sebelah dan jelas sekali kebutaannya, sakit dan tampak jelas sakitnya, pincang dan tampak jelas pincangnya, serta sangat kurus sampai-sampai tidak punya sumsum tulang.”
(HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Hibban)
Selain itu, pastikan telinga hewan tidak rusak. Namun, bekas eartag atau penanda pada telinga tidak dianggap sebagai cacat menurut kesepakatan ulama.
Salah satu syarat sah hewan kurban adalah telah mencapai usia tertentu. Berikut ketentuan umur hewan kurban:
- Domba minimal berumur 1 tahun atau sudah berganti gigi
- Kambing minimal berumur 2 tahun
- Sapi atau kerbau minimal berumur 2 tahun
Cara paling mudah untuk memperkirakan usia hewan adalah dengan melihat pertumbuhan giginya. Hewan yang sudah tumbuh gigi tetap biasanya telah cukup umur untuk dijadikan kurban.
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian menyembelih kecuali musinnah. Kecuali jika terasa sulit bagi kalian, maka sembelihlah jadza’ah dari domba.”
(HR. Muslim)
Hewan kurban lebih dianjurkan berjenis kelamin jantan. Selain dianggap lebih utama, pemilihan hewan jantan juga bertujuan menjaga populasi hewan betina produktif.
Pastikan hewan jantan tersebut:
- Tidak dikebiri
- Memiliki dua testis lengkap
- Bentuk dan letaknya simetris
Kesehatan hewan juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat penjualannya. Karena itu, jangan hanya fokus pada kondisi hewan, tetapi lihat juga kebersihan kandang dan lokasi penjualan.
Hindari membeli hewan di tempat yang:
- Banyak tumpukan kotoran
- Bau menyengat berlebihan
- Dipenuhi sampah berserakan
- Terlihat jorok dan tidak terawat
Lingkungan yang bersih biasanya menandakan hewan dipelihara dengan baik dan lebih terjamin kesehatannya.
6. Hindari Membeli Hewan Betina ProduktifDi lapangan masih sering ditemukan hewan betina produktif yang dijadikan hewan kurban. Padahal, hewan betina sebaiknya dipertahankan untuk kebutuhan pengembangbiakan dan menjaga populasi ternak.
Karena itu, panitia kurban maupun masyarakat diimbau lebih teliti saat membeli hewan agar tidak memilih ternak betina produktif.
Memilih hewan kurban tidak boleh dilakukan sembarangan. Selain memperhatikan harga, masyarakat juga perlu memastikan hewan yang dibeli sehat, cukup umur, tidak cacat, serta sesuai syariat Islam.
Dengan memilih hewan kurban yang baik dan layak, ibadah kurban menjadi lebih sempurna sekaligus memberi manfaat yang aman dan berkualitas bagi para penerima daging kurban. Iduladha pun tidak hanya menjadi momen ibadah, tetapi juga wujud kepedulian sosial dan kebersamaan antarumat Muslim.





