Prabowo Targetkan Pendapatan Negara 2027 Capai 12 Persen dari PDB

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Prabowo Subianto Presiden RI mengungkap target peningkatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada 2027, yaitu berkisar 11,82 hingga 12,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Angka-angka kunci dari kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal, atau bisa kita sebutkan tahun pendapatan negara dalam APBN 2027. Kami targetkan mencapai kisaran 11,82 persen hingga 12,40 persen dari PDB, untuk mendukung berbagai program pemerintah dan program-program kita,” kata Prabowo pada Rapat Paripurna DPR RI ke 19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Selain itu, Prabowo mengatakan bahwa efisiensi dan produktivitas belanja negara akan dinaikkan sebesar 13,62 hingga 14,80 persen terhadap PDB.

“Kita dari sisi pembiayaan kita, di tahun 2027 defisien APBN akan kami jaga pada kisah 1,80 hingga maksimal 2,40 persen, dan kita akan berjuang terus untuk menekan dan memperkecil suku bunga surat berharga negara,” ujarnya.

Katanya, suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) akan dijaga pada kisaran 6,5 sampai 7,3 persen. Kemudian nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, akan dijaga pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500.

“Strategi fiskal dan moneter kita haruslah strategi yang mampu untuk menjaga nilai tukar kita tetap stabil terhadap mata uang dunia,” pugkas Presiden.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, kinerja APBN hingga 30 April 2026 diklaim menunjukkan fondasi fiskal yang tetap kuat, dengan pendapatan yang tumbuh positif, belanja yang ekspansif namun terukur, serta defisit yang tetap terkendali untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Realisasi Pendapatan Negara mencapai Rp918,4 triliun atau 29,1 persen dari target APBN 2026. Capaian ini tumbuh positif sebesar 13,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kinerja ini terutama didorong oleh penerimaan pajak yang mencapai Rp646,3 triliun dengan pertumbuhan 16,1 persen (yoy), penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp100,6 triliun yang tumbuh 0,6 persen (yoy),serta PNBP sebesar Rp171,3 triliun yang juga tumbuh 11,6 persen (yoy).

Sementara itu, Belanja Negara terealisasi sebesar Rp1.082,8 triliun atau 28,2 persen dari pagu APBN. Belanja Negara mengalami pertumbuhan sebesar 34,3 persen (yoy).

Belanja Pemerintah Pusat (BPP) sebesar Rp826 triliun, ditopang oleh peningkatan belanja Kementerian/Lembaga (K/L) maupun non-K/L. Sementara itu, Transfer Ke Daerah (TKD) terealisasi Rp256,8 triliun atau 37,1 persen dari target APBN.

APBN juga mencatat defisit sebesar Rp164,4 triliun atau sekitar 0,64 persen terhadap PDB. Besaran defisit masih dalam batas yang terjaga sesuai target yang ditetapkan serta mencerminkan peran APBN sebagai instrumen stabilisasi sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi. (lea/saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Munafri Genjot Urban Farming untuk MBG
• 15 jam lalucelebesmedia.id
thumb
PBB dan AS Didesak Bebaskan Aktivis-Jurnalis Indonesia dari Israel
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Disebut Makin Serius Pertimbangkan Opsi Militer terhadap Kuba
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Truk Diduga Hilang Kendali Tabrak Sepeda Motor di Tangerang, 2 Orang Tewas
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Tekanan rupiah, ke mana arah kebijakan BI ?
• 37 menit laluantaranews.com
Berhasil disimpan.