Mengenal Teknologi REEV, Solusi Tengah antara Mobil Listrik dan Hybrid

medcom.id
12 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Changan melalui Deepal S05 REEV mulai memperkenalkan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) kepada konsumen Indonesia.
 
Teknologi ini menjadi salah satu pendekatan elektrifikasi yang mulai banyak dilirik karena menawarkan pengalaman berkendara mobil listrik murni, namun tetap memberikan fleksibilitas tambahan untuk perjalanan jarak jauh.
 
Kehadiran Deepal S05 REEV sekaligus memperlihatkan bagaimana teknologi elektrifikasi kini berkembang semakin beragam. Tidak hanya Battery Electric Vehicle (BEV) atau mobil listrik murni, tetapi juga hadir teknologi lain seperti Hybrid Electric Vehicle (HEV), Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), hingga REEV yang memiliki karakter berbeda sesuai kebutuhan pengguna.

“Teknologi REEV bekerja dengan motor listrik sebagai penggerak utama, sehingga pengalaman berkendara tetap halus, senyap, dan responsif seperti mobil listrik murni. Pendekatan ini memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna, karena menghadirkan kenyamanan khas kendaraan listrik tanpa mengorbankan rasa aman dalam menempuh perjalanan lebih jauh dan mengurangi kekhawatiran terhadap jarak tempuh,” tutur CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, melalui keterangan resminya. Baca Juga:
Memprediksi Harga Chery Q, Rp200 Juta Kecil? Apa Itu REEV? Range Extended Electric Vehicle (REEV) merupakan kendaraan elektrifikasi yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama roda. Berbeda dengan hybrid konvensional, mesin bensin pada sistem REEV tidak terhubung langsung ke roda kendaraan.
 
Pada sistem ini, mesin pembakaran internal hanya berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan listrik dan menjaga suplai daya baterai tetap stabil saat kapasitas baterai mulai berkurang. Dengan pendekatan tersebut, pengalaman berkendara tetap menyerupai mobil listrik murni karena roda sepenuhnya digerakkan motor listrik.
 
Teknologi ini menjadi solusi bagi pengguna yang ingin merasakan sensasi berkendara mobil listrik, namun masih memiliki kekhawatiran terhadap jarak tempuh dan ketersediaan infrastruktur pengisian daya.
 
Pada Deepal S05 REEV, teknologi tersebut memungkinkan kendaraan melaju hingga 170 kilometer dalam mode listrik murni. Sementara dalam mode kombinasi antara baterai dan generator bensin, SUV ini diklaim mampu menempuh jarak lebih dari 1.200 kilometer. Perbedaan REEV dengan BEV Battery Electric Vehicle (BEV) merupakan kendaraan listrik murni yang sepenuhnya mengandalkan baterai dan motor listrik tanpa mesin pembakaran internal. Seluruh tenaga penggerak berasal dari energi listrik yang tersimpan di baterai.
 
Karena tidak memiliki mesin bensin, kendaraan BEV menghasilkan nol emisi saat digunakan. Namun kendaraan jenis ini sepenuhnya bergantung pada pengisian daya eksternal melalui charging station. Baca Juga:
Tips Membeli Mobil Xpander Bekas, Jangan Sampai Zonk
Changan menyebut model seperti Changan Lumin dan Deepal S07 sebagai contoh kendaraan BEV dalam lini produk mereka.
 
Dibandingkan BEV, teknologi REEV menawarkan fleksibilitas lebih karena masih memiliki generator berbahan bakar bensin untuk menjaga suplai energi baterai. Hal ini membuat pengguna tidak sepenuhnya bergantung pada charging station saat melakukan perjalanan jauh. Perbedaan REEV dengan HEV Hybrid Electric Vehicle (HEV) menggabungkan mesin bensin dan motor listrik untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Pada sistem ini, mesin bensin tetap menjadi sumber tenaga utama untuk menggerakkan roda, sementara motor listrik berfungsi membantu kinerja mesin pada kondisi tertentu.
 
Baterai pada HEV biasanya berkapasitas kecil dan tidak memerlukan pengisian daya eksternal karena energi diisi melalui regenerative braking dan kerja mesin.
 
Berbeda dengan HEV, sistem REEV tetap menjadikan motor listrik sebagai penggerak utama kendaraan. Mesin bensin hanya bertugas menghasilkan listrik dan tidak terhubung langsung dengan roda. Perbedaan REEV dengan PHEV Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) merupakan pengembangan dari teknologi hybrid dengan baterai berkapasitas lebih besar yang dapat diisi melalui sumber listrik eksternal. PHEV memungkinkan kendaraan melaju menggunakan mode listrik murni dalam jarak tertentu sebelum mesin bensin mengambil alih ketika daya baterai menurun. Baca Juga:
Chery Q Bakal Diproduksi di Indonesia
Meski sama-sama memiliki mesin bensin dan baterai yang dapat diisi dari luar, sistem kerja REEV berbeda dengan PHEV. Pada PHEV, mesin bensin tetap dapat menggerakkan roda kendaraan secara langsung. Sedangkan pada REEV, roda hanya digerakkan motor listrik. REEV Dinilai Cocok untuk Indonesia Teknologi REEV dinilai relevan untuk pasar Indonesia yang masih menghadapi tantangan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di sejumlah wilayah. Dengan kombinasi motor listrik dan generator bensin, pengguna tetap dapat menikmati efisiensi serta karakter berkendara mobil listrik tanpa khawatir kehabisan daya saat menempuh perjalanan jauh.
 
Selain menghadirkan pengalaman berkendara yang senyap dan responsif, sistem REEV juga disebut mampu memberikan rasa aman lebih bagi pengguna yang baru mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
FULL! Menkeu Purbaya Klaim Ekonomi RI Tetap Kuat: Kalau Pegang Dolar Sekarang, Jual Aja
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Gojek Cabut Program Langganan GoRide Hemat, Tarif Konsumen Bakal Naik?
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Xi Jinping dan Putin Bahas Perang Iran-AS, Dorong Konflik Diakhiri Segera
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Purbaya Siap Laksanakan Instruksi Presiden soal Ganti Pimpinan Bea Cukai
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Polisi Terjunkan 14.237 Personel Kawal Demo di 6 Titik Jakarta Hari Ini
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.