Dokter spesialis bedah plastik, Parintosa Atmodiwirjo, menyebut aktivis KontraS Andrie Yunus sudah menjalani rawat jalan. Dia mengatakan Andrie menjalani rawat jalan sejak 15 April.
Hal itu disampaikan Parintosa saat dihadirkan oditur militer sebagai ahli kasus penyiraman air keras di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (20/5/2026). Keempat terdakwa dalam perkara ini ialah terdakwa I Sersan Dua Edi Sudarko, terdakwa II Letnan Satu Budhi Hariyanto Widhi, terdakwa III Kapten Nandala Dwi Prasetyo, dan terdakwa IV Letnan Satu Sami Lakka.
"Dari tanggal 13 (Maret), kejadian korban mendatangi rumah sakit, sampai sekarang, apakah masih dirawat di rumah sakit di RSCM atau sudah rawat jalan?" tanya penasihat hukum terdakwa.
"Saudara AY sudah rawat jalan. Jadi sudah rawat jalan, saya lupa, mesti saya buka kembali catatannya. Tapi yang bersangkutan, ketika memang ada fase panjang dirawat karena lukanya masih luas, kemudian sampai lukanya sudah tidak begitu luas, itu kemudian kita bisakan rawat jalan. Jadi yang terakhir adalah yang bersangkutan datang untuk tata laksana selanjutnya, untuk operasi dan sebagainya," jawab Parintosa.
Tim penasihat hukum terdakwa menanyakan tanggal Andrie Yunus mulai menjalani rawat jalan. Parintosa menyebut Andrie mulai rawat jalan 15 April dan masih rutin kontrol atau perawatan ke RSCM.
"Sekitar 15 April," ujar Parintosa.
"15 April berarti ya?" timpal penasihat hukum terdakwa.
"Karena ini ya ada saya catatan, Saudara AY ini kontrol di poliklinik pada tanggal 18 (April)," ujar Parintosa.
"Kontrol pertama?" tanya penasihat hukum terdakwa.
"Ya kontrolnya setelah rawat jalan di tanggal 18 (April)," jawab Parintosa.
(dcom/dcom)





