JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu driver ojol, Andi (35) tidak terlalu mempersoalkan rencana perubahan penghapusan skema langganan GoRide Hemat.
Menurut dia, yang paling penting adalah jumlah orderan yang masuk tetap lancar setiap hari.
“Kalau saya sih jalanin saja. Mau sistem apa pun, yang penting orderan stabil. Kalau sepi ya tetap berat, kalau rame ya Alhamdulillah. Jadi buat saya yang penting itu kerjaan tetap jalan dan orderan jangan sampai turun,” ujar Andi saat ditemui di kawasan Stasiun Gondangdia, Jakarta Pusat Rabu (20/5/2026).
Andi menjelaskan, para driver sudah terbiasa dengan perubahan aturan atau skema dari aplikasi.
Karena itu, ia memilih fokus bekerja, menarik orderan daripada memikirkan kebijakan perusahaan.
“Sudah sering juga berubah-ubah. Jadi sekarang ya kita ikut saja. Selama masih bisa narik dan masih ada penumpang, ya tetap dijalani,” ujarnya.
Sementara itu, pengemudi ojol lainnya Rudi (42) memberikan pandangan berbeda.
Ia menilai perubahan harga ke penumpang bisa memengaruhi jumlah order yang masuk.
“Kalau harga ke penumpang naik, walau sedikit, bisa saja order jadi berkurang. Kita ini kan hidup dari banyaknya order,” kata Rudi.
Baca juga: Grab Tutup Program Langganan Akses Hemat untuk Mitra GrabBike
Menurut Rudi, meski potongan bagi hasil turun menjadi sekitar 8 persen, dampaknya di lapangan masih perlu dilihat lebih jauh.
“Kalau order sepi, ya sama saja. Jadi kita tunggu saja nanti seperti apa jalannya,” tambahnya.
Sementara Eko (45) mengatakan dirinya memilih menjalani saja perubahan yang ada.
Menurut dia, yang penting masih bisa mendapatkan penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Sama sih, Menurut saya, perubahan skema itu ya dijalani saja dulu. Mau sistemnya seperti apa, yang paling penting tetap ada order dan penghasilan harian masih bisa nutup kebutuhan,” tutur Eko.