Setelah Pertemuan Trump-Xi, Putin Segera ke Beijing — Analisis: Tiongkok dan Rusia Saling Menyimpan Kecurigaan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru saja setelah pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Partai Komunis Tiongkok Xi Jinping berakhir minggu lalu, keesokan harinya Rusia langsung mengumumkan bahwa Presiden Vladimir Putin akan mengunjungi Beijing pada Selasa dan Rabu pekan ini. Waktu kunjungan yang sensitif ini memicu perhatian internasional.

Para analis menilai, di tengah meningkatnya interaksi AS-Tiongkok dan masih berlanjutnya kebuntuan perang Rusia-Ukraina, kunjungan mendadak Putin ke Beijing bukan hanya untuk memperkuat hubungan Tiongkok-Rusia, tetapi juga mencerminkan adanya ketidakpercayaan di antara kedua negara.

Pihak Kremlin menyatakan bahwa atas undangan Xi Jinping, Presiden Putin akan berkunjung ke Beijing pada 19 dan 20 Mei. Kedua pihak akan membahas pendalaman kerja sama Tiongkok-Rusia serta isu-isu internasional dan regional utama.

Dunia luar menilai bahwa kunjungan Putin kali ini bukan sekadar kunjungan rutin antarnegara, tetapi juga membawa sinyal geopolitik yang kuat.

 “Di satu sisi, Partai Komunis Tiongkok berharap melalui kunjungan Putin dapat meredam spekulasi bahwa hubungan Trump dan Xi terlalu dekat. Di sisi lain, Rusia ingin menunjukkan lewat kunjungan besar-besaran ke Tiongkok bahwa mereka tidak terisolasi secara internasional akibat perang Rusia-Ukraina,” ujar penasihat khusus lembaga think tank Strategi Indo-Pasifik, Chen Wenjia. 

“Sebenarnya, yang paling menarik adalah apakah Tiongkok dan Rusia akan semakin membentuk struktur semi-aliansi, termasuk koordinasi mendalam dalam bidang energi, industri militer, penyelesaian keuangan, dan isu tatanan internasional,” lanjutnya. 

Namun ada pula pandangan yang menyebut bahwa kunjungan Putin justru memperlihatkan kurangnya kepercayaan antara Beijing dan Moskow.

“Putin khawatir apakah Beijing memiliki kesepakatan rahasia dengan Trump yang merugikan Moskow. Jadi tujuan kunjungan ke Beijing kali ini adalah untuk memastikan dan memperkuat posisi Beijing, serta memperoleh dukungan material strategis dari Tiongkok,” kata Direktur Institut Strategi dan Sumber Daya Pertahanan Taiwan, Institute for National Defense and Security Research, Su Ziyun. 

Selain itu, Kremlin juga mengkonfirmasi bahwa kedua pihak akan memperpanjang kembali 《Perjanjian Persahabatan dan Kerjasama Bertetangga Baik Tiongkok-Rusia》.

Perjanjian tersebut ditandatangani pada tahun 2001 oleh mantan pemimpin PKT Jiang Zemin dan Vladimir Putin. Isinya mencakup pengakuan pembagian perbatasan historis Tiongkok-Rusia.

Perjanjian itu dianggap secara tidak langsung melepaskan sekitar 3 juta kilometer persegi wilayah historis Tiongkok, sehingga memicu tuduhan “menjual negara” di kalangan masyarakat. Banyak yang menilai pemerintah saat itu mengorbankan wilayah demi menyenangkan Putin.

 “Perpanjangan perjanjian ini kembali akan memicu kontroversi mengenai nasionalisme dan legitimasi sejarah PKT. Jika diperpanjang, itu bukan hanya simbol pengakuan perbatasan, tetapi juga sinyal politik bahwa Tiongkok dan Rusia bersama-sama menantang tatanan internasional saat ini,” ujar Chen Wenjia. 

Secara keseluruhan, banyak pengamat percaya bahwa kebijakan Beijing terhadap Rusia saat ini akan tetap dipertahankan. Kerja sama Tiongkok-Rusia lebih didasarkan pada kebutuhan kepentingan bersama daripada hubungan aliansi yang benar-benar kokoh.

Su Ziyun mengatakan:  “Baik pertemuan Trump-Xi maupun Putin-Xi sebenarnya sama-sama didasari kepentingan. Bedanya, Rusia dan PKT memiliki ideologi yang lebih dekat. Karena itu, arti pertemuan Trump-Xi kemungkinan lebih kepada menetapkan batas agar risiko konflik tidak meningkat, yaitu sebagai bentuk manajemen risiko.” 

Dilaporkan oleh reporter NTDTV, Chen Yue dan Chang Chun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Aice Pastikan Genjot Inovasi yang Relevan di Kehidupan Konsumen, Tak Hanya Respons Tren Sesaat
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
Demi Jaga Mental Anak yang Tengah Tempuh Pendidikan Akmil, Dewi Perssik Kecam Narasi Liar Aldi Taher soal Identitas Gabriel
• 3 jam lalugrid.id
thumb
2.489 Rumah Terdampak Banjir di Hulu Sungai Tengah Kalsel
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Peternakan di Kabupaten Bogor Terbakar: 1 Orang Luka Bakar dan 60 Ribu Ayam Mati
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dekatkan Layanan, BPJS Keliling Disambut Antusias Warga Aro IV Korong Kota Solok
• 20 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.