Trump Ungkap Rencana Serangan terhadap Iran pada Selasa, Tiga Pemimpin Timur Tengah Mendesak Penundaan

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Pada Senin (18 Mei), menurut laporan eksklusif New York Post, militer Amerika Serikat telah siap melanjutkan serangan militer besar-besaran terhadap Iran. Sore harinya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengonfirmasi melalui pernyataannya bahwa, setelah adanya mediasi darurat dari tiga pemimpin negara Timur Tengah termasuk Saudi Arabia, ia telah memerintahkan penundaan operasi militer terhadap Iran yang semula dijadwalkan besok, sambil menunggu hasil negosiasi.

Trump juga menegaskan bahwa Iran sama sekali tidak boleh memiliki senjata nuklir. Militer AS disebut selalu siap siaga, dan jika negosiasi gagal, serangan besar-besaran dapat kembali dilancarkan hanya dalam hitungan detik.

Pada Senin sore, Trump mengumumkan kabar penting bahwa Amerika Serikat akan menunda operasi militer terhadap Iran yang semula direncanakan berlangsung besok.

 “Atas permintaan para pemimpin Qatar, Saudi Arabia, dan United Arab Emirates, serta mengingat saat ini sedang berlangsung negosiasi yang serius, ketiga pemimpin negara Timur Tengah tersebut juga percaya bahwa sebuah kesepakatan yang dapat diterima oleh Amerika Serikat, Timur Tengah, dan dunia akan tercapai. Karena itu, diputuskan untuk menunda operasi,” katanya. 

Ia secara khusus menekankan bahwa kesepakatan tersebut harus mencakup poin penting bahwa “Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir”.

Namun, Trump juga telah menginstruksikan militer AS untuk tetap bersiap. Jika tidak tercapai kesepakatan yang dapat diterima, militer AS akan segera melancarkan serangan penuh dan berskala besar terhadap Iran.

Sebelumnya pada hari yang sama, Iran melalui pihak mediator telah menyerahkan proposal terbaru berisi 14 poin kepada Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan New York Post pada hari yang sama, Trump mengatakan bahwa Iran mengetahui dengan jelas apa yang akan dilakukan pihak Amerika selanjutnya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak akan memberikan konsesi apapun kepada Teheran.

Termasuk mengenai pernyataannya sebelumnya yang menyebut kemungkinan menyetujui penghentian program nuklir Iran selama 20 tahun, Trump kini menyatakan dengan tegas bahwa saat ini ia tidak membuka syarat apa pun.

Trump juga mengungkapkan bahwa pada akhir pekan lalu ia telah mengadakan konsultasi intensif dengan tim keamanan nasionalnya untuk membahas langkah selanjutnya terkait Iran, dan rapat situasi perang akan kembali digelar pada Selasa (19 Mei).

Sejumlah pejabat garis keras di Amerika juga mendesak Washington untuk kembali melanjutkan operasi militer terhadap Iran.


“Saya menyerukan agar rezim ini diserang. Mungkin jika mereka merasakan cukup banyak tekanan dan kerugian, mereka akan setuju mencapai kesepakatan. Namun saat ini, saya rasa mereka hanya sedang mengulur waktu,” ujar senator AS Lindsey Graham. 

Dilaporkan oleh reporter NTDTV, Yi Jing.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peringatan BMKG untuk DKI Jakarta: Status Waspada, Hujan Sedang-Lebat
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Erin Bongkar Rekaman CCTV ART Bersikap Gak Pantas dan Cuma Berpakaian Dalam di Rumahnya
• 17 jam laluviva.co.id
thumb
Gibran Panggil KSP Dudung Bahas BGN, Ada Apa?
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Israel Tangkap 7 WNI di Misi Kemanusiaan, MUI Desak Prabowo Bergerak
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai Jika Naikkan Harga Seenaknya
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.