Ketegangan di Gaza kini menyeret perhatian publik Indonesia usai sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mendesak pemerintah segera turun tangan.
Ketua MUI Bidang Informasi, Komunikasi dan Digital (Infokomdigi), Masduki Baidlowi, meminta Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah mengambil langkah nyata demi menyelamatkan para WNI tersebut.
"Saya mengharapkan pemerintah, apakah itu Presiden atau di bawahnya seperti Menteri Luar Negeri, bisa memberikan bantuan dan langkah-langkah yang konkret bagaimana menyelamatkan mereka. Terkait Presiden atau Menlu, warga negara Indonesia memang harus diselamatkan," ujar Kiai Masduki, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).
Menurut Masduki, penangkapan tersebut dinilai melanggar hukum internasional, termasuk Konvensi Jenewa dan hukum humaniter internasional. Ia menyoroti fakta bahwa tiga dari lima WNI yang ditangkap merupakan jurnalis yang sedang menjalankan tugas profesional.
Ketiga jurnalis itu ialah Bambang Noroyono dari Republika, Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.
Kabar terbaru bahkan menyebutkan Israel kembali menangkap 2 orang sehingga totalnya kini 7 WNI yang diculik pasukan Zionis.
Baca Juga: Israel Cegat Armada Bantuan Gaza, Netanyahu Sebut 'Rencana Jahat'
Masduki menegaskan hukum humaniter internasional secara jelas melindungi warga sipil dan jurnalis, baik di masa perang maupun damai. Perlindungan itu juga diperkuat Konvensi Jenewa yang melarang jurnalis menjadi target kekerasan ataupun penangkapan di wilayah konflik.
"Kita mengutuk terhadap penangkapan itu, apalagi kita tahu jelas bahwa misi itu adalah misi damai dan bertujuan untuk memberikan bantuan kemanusiaan terhadap warga Palestina yang ada di Gaza. Jelas-jelas ini bertentangan dengan dua hukum internasional dan menabrak nilai-nilai kemanusiaan," tegasnya.
MUI menilai keberadaan relawan dan jurnalis Indonesia di Gaza murni bertujuan membantu warga Palestina yang kini menghadapi ancaman kelaparan dan penderitaan berat akibat konflik berkepanjangan.
Selain itu, Masduki menyebut tindakan Israel justru berpotensi menjadi bumerang di mata dunia internasional. Menurutnya, semakin banyak negara dan kelompok global kini bergerak mendukung perjuangan perdamaian Palestina serta solusi dua negara atau two-state solution.
Baca Juga: Viral Pesan SOS Jurnalis Indonesia Sebelum Ditangkap Tentara Israel
Lebih lanjut, laporan mengenai penangkapan kapal bantuan kemanusiaan juga terus bertambah. Sedikitnya 10 kapal dilaporkan telah ditahan, di antaranya Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.
Berdasarkan informasi pemerintah dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), terdapat seorang WNI bernama Andi Angga Prasadewa di atas kapal Josef. Ia diketahui menjadi delegasi GPCI bersama Rumah Zakat.





