Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada para pengusaha nakal dan pejabat korup yang masih mencoba menyembunyikan aset ilegal mereka dari negara. Dalam pidatonya, Kepala Negara secara blak-blakan menyentil adanya praktik saling lindung atau back-up dari oknum aparat berseragam yang selama ini membuat para pelanggar hukum merasa aman.
Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku gerah dengan tingkah para pengusaha yang kerap memanipulasi kekayaan mereka, salah satunya dalam hal kepemilikan lahan atau perkebunan luas yang tidak dilaporkan secara jujur. Ketakutan para pengusaha ini untuk ditindak, menurut Presiden, sering kali diredam karena merasa memiliki tameng dari oknum pejabat berwenang.
"Tapi biasanya mereka-mereka itu ada backing-nya... backing-nya biasanya seragamnya itu kalau enggak hijau ya cokelat," sentil Presiden Prabowo dalam Rapat Paripurna di Gedung DPR RI, Rabu (20/5/2026).
Meski begitu, Prabowo menegaskan bahwa di era pemerintahannya, tameng kekuasaan atau pengaruh dari oknum aparat tidak akan lagi mempan.
Baca Juga: Netizen Sebut Anies Baswedan Oposisi Terbaik Prabowo
Kepala Negara memastikan pemerintah akan menggunakan teknologi pertahanan dan intelijen paling canggih, mulai dari satelit hingga radar bawah tanah, untuk melacak setiap jengkal aset tersembunyi yang coba dimanipulasi oleh para pengusaha dan pejabat korup.
Pemanfaatan teknologi canggih ini sengaja dikerahkan agar tidak ada lagi celah bagi oknum nakal untuk mengelabui hukum. Segala bentuk bungker rahasia hingga manipulasi luas lahan perkebunan kini bisa dipantau secara akurat dari jauh.
"Mereka yang punya kebun-kebun luas dikira enggak akan ada pejabat yang bisa ngecek? Saudara-saudara, sekarang ada satelit. Enggak usah kita cek fisik, kita bisa foto. Tiap pohon kita bisa foto... Jadi kau mau nipu bagaimanapun kita akan ketemu penipuan kau," pungkasnya tegas.





