Mengaku Emosi ke Dedi Mulyadi, Ahmad Khotibul Sebut Ririn Tak Bayar Lunas Jasa Pencairan Dapen Aman Yani

tvonenews.com
13 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Fakta baru kembali terungkap dalam polemik dana pensiun Aman Yani yang belakangan ramai dibahas publik. Kali ini, Ahmad Khotibul blak-blakan mengaku sempat emosi karena jasa pengurusan pencairan dana pensiun yang ia bantu ternyata tidak dibayar lunas oleh Ririn.

Pengakuan itu disampaikan langsung Ahmad Khotibul saat berbincang dengan Dedi Mulyadi. Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa Ahmad Khotibul merasa kecewa karena bukan hanya pembayaran jasanya yang belum tuntas, tetapi juga janji untuk datang menemuinya setelah urusan selesai ternyata tidak pernah ditepati.

Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik karena diduga melibatkan skema yang sangat rapi dan terencana dalam proses pencairan dana pensiun atas nama Aman Yani.

Ahmad Khotibul menjelaskan bahwa sebelumnya ia memang mendapat kesepakatan success fee dari proses pencairan dana tersebut. Namun, pembayaran yang diterimanya ternyata tidak penuh.

“Saya dapat Rp70 juta waktu itu. Rp70 juta sisanya berarti Rp50 juta. Rp50 jutanya gimana, Rin? Ya nanti cicilkan, ini kan bayarnya belum semua. Sambil berjalan. Ya sudah kalau gitu kamu diangsur juga enggak apa-apa,” ujar Ahmad Khotibul.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi langsung bereaksi heran karena seorang pengacara mau menerima pembayaran jasa hukum dengan sistem cicilan.

“Pengacara sampai ngangsur gitu nerima gitu. Oh iya baik banget pengacaranya,” kata Dedi Mulyadi sambil tertawa.

Ahmad Khotibul kemudian mengungkap bahwa pembayaran tersebut berjalan cukup lama dan dilakukan dengan sistem angsuran bulanan. Namun, pembayaran itu juga tidak selalu lancar.

“Dibayarlah itu dan berjalannya waktu 30 kali angsuran. Jadi masih kurang 20 angsuran, tiap bulan tapi masih ada lah macetnya. Kalau diingatkan bayar,” ungkap Ahmad Khotibul.

Dedi Mulyadi pun sempat menyinggung kemungkinan sumber pembayaran angsuran tersebut berasal dari ATM yang sebelumnya digunakan dalam proses pencairan dana pensiun.

“Mungkin dia ngambil ATM itu,” ujar Dedi Mulyadi.

“Itu fakta yang saya rasakan seperti itu,” jawab Ahmad Khotibul.

Tak hanya soal pembayaran jasa yang belum lunas, Ahmad Khotibul juga mengaku mulai merasa janggal karena sosok yang mengaku sebagai Aman Yani tidak pernah benar-benar menemuinya secara langsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Nelayan Sulit Dapat Es Batu hingga Solar, Prabowo Siapkan 5.000 Desa Nelayan
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Putri Zulhas Sebut Pesan Presiden soal SDA Perkuat Ekonomi Kerakyatan
• 9 jam laludetik.com
thumb
Kolaborasi BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Darmo dan Bank BSI Surabaya Perluas Cakupan Kepesertaan
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Presiden Prabowo Dorong Perbaikan Sistem Ekonomi demi Kemakmuran Bangsa
• 14 jam lalumetrotvnews.com
thumb
INFOGRAFIK: Guru Honorer Menanti Kepastian
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.