TANGERANG, KOMPAS - Media sosial diramaikan kabar tentang teror pocong yang disebut terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, Banten. Informasi yang belum tervalidasi itu diduga sengaja disebarkan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat dan berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan.
Di sejumlah platform media sosial, beredar narasi dan foto tentang sosok menyerupai pocong yang disebut muncul di beberapa lokasi. Dalam unggahan yang beredar, sosok tersebut tampak berdiri di depan rumah warga. Ada pula narasi yang menyebutkan bahwa salah satu pelaku telah tertangkap.
Narasi lain menyebutkan bahwa teror pocong itu merupakan modus kejahatan. Sosok menyerupai pocong disebut mengetuk pintu rumah warga. Ketika penghuni rumah membuka pintu, kelompok pelaku lain masuk dan merampok rumah korban.
Menanggapi kabar tersebut, Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang Komisaris Besar Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, informasi tentang teror pocong yang beredar di media sosial belum tervalidasi. Ia menilai kabar itu berpotensi menciptakan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut Indra, aksi menyerupai teror itu diduga sengaja dilakukan untuk menimbulkan rasa takut. Situasi tersebut kemudian dapat dimanfaatkan pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya ketika lingkungan tidak kondusif.
“Situasi itu kemudian dapat dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk menjalankan aksinya saat lingkungan dalam kondisi tidak kondusif,” ujar Indra, Rabu (20/5/2026).
Meski demikian, polisi memastikan tetap menyelidiki kabar viral tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pihak yang terlibat serta motif di balik aksi itu.
“Kami tetap melakukan pendalaman dan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelakunya serta apa motif sebenarnya,” ujar Indra.
Indra berharap kabar teror pocong yang telanjur beredar tidak membuat masyarakat panik. Ia mengingatkan warga agar tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan sampai masyarakat merasa takut yang justru dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana, seperti pencurian maupun perampokan,” katanya.
Indra juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tanpa menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Menurut dia, penyebaran kabar yang belum jelas justru dapat memperluas keresahan.
“Tingkatkan kewaspadaan, tetapi tetap tenang dan tidak panik. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum tervalidasi dan jangan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya,” kata Indra.
Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Polresta Tangerang melalui Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) akan meningkatkan patroli di kawasan permukiman. Patroli dilakukan bersama Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan perangkat lingkungan, terutama pada malam hingga dini hari.
Selain itu, masyarakat didorong kembali mengaktifkan sistem keamanan lingkungan atau siskamling. Ronda malam dinilai penting sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
“Kami juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali ronda atau siskamling. Keamanan lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” ungkap Indra.
Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat aktivitas mencurigakan atau hal-hal yang meresahkan di lingkungan sekitar. Laporan dapat disampaikan ke kantor polisi terdekat atau melalui layanan call center 110 yang aktif selama 24 jam.
Kabar yang memicu ketakutan juga sempat terjadi di Jakarta Barat. Seorang model bernama Ansy Jan De Vries dikabarkan menjadi korban pembegalan brutal di kawasan Kebon Jeruk.
Narasi yang beredar menyebutkan korban dibacok orang tidak dikenal saat pulang menggunakan ojek daring. Korban juga disebut mengalami luka serius hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Namun, polisi belum menemukan bukti yang menguatkan kabar tersebut. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, penyidik tidak menemukan nama korban dalam data pasien Rumah Sakit Sumber Waras.
“Polsek Kebon Jeruk dan Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat telah melakukan pengecekan awal di lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian perkara. Petugas juga mendatangi Rumah Sakit Sumber Waras, tetapi nama korban tidak ditemukan,” ujar Hermanto.
Meski demikian, polisi masih menelusuri kabar tersebut untuk memastikan kebenarannya.





