2.000 Siswa di Shandong, Tiongkok, Berdemo, Bentangkan Spanduk Gerakan 4 Mei dan Sebut Aksi Mereka “Pemberontakan”

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintahan Partai Komunis Tiongkok terus meningkat. Para siswa sekolah menengah di Kabupaten Wenshang, Shandong, melakukan protes terhadap perlakuan keras pihak sekolah. Mereka bahkan menyebarkan “manifesto perjuangan” di internet, menyebut aksi mereka sebagai “pemberontakan”, serta membentangkan spanduk bertema Gerakan 4 Mei saat demonstrasi berlangsung.

Pada pagi hari 16 Mei waktu Beijing, lebih dari 2.000 siswa dari Sekolah Menengah Pertama Wenshang di Kota Jining menggelar aksi protes massal. Para siswa kelas 10 dan 11 berbondong-bondong keluar dari ruang kelas dan berkumpul di lapangan sekolah.

「山东汶上2000学生集会,讨伐学校“苛制”获成功(2026.05.16)」5月16日,山东济宁汶上县第一中学逾两千名学生发起集体抗争行动,反对校方"无端苛制",最终迫使校方撤销了延迟放学的决定。… pic.twitter.com/9X7RGZS0wM

— 昨天 (@YesterdayBigcat) May 17, 2026

Para siswa meneriakkan slogan “libur!” sambil membentangkan spanduk yang telah mereka siapkan sebelumnya, memicu sorak-sorai para pelajar. Pada spanduk tersebut tertulis:
“Melawan penjajahan dari luar, menghukum pengkhianat di dalam negeri”
— slogan yang dahulu digunakan dalam May Fourth Movement.

Di media sosial, para siswa yang ikut aksi menyebut demonstrasi tersebut sebagai sebuah “pemberontakan” atau “revolusi”.

Para mahasiswa yang berpartisipasi dalam protes tersebut menjelaskan alasan mereka berdemonstrasi dan menyebutnya sebagai “pemberontakan.” (Tangkapan layar)

Beberapa siswa peserta aksi menjelaskan alasan protes tersebut dan menyebut diri mereka sedang melakukan “pemberontakan”.

Media independen Tiongkok yang memperhatikan peristiwa massa, “Yesterday”, mengungkap bahwa penyebab langsung protes adalah keputusan sepihak pihak sekolah yang mengubah jam pulang akhir pekan dari pukul 15.50 menjadi 17.50 demi menambah waktu ujian.

Para mahasiswa yang berpartisipasi dalam protes tersebut menjelaskan alasan mereka berdemonstrasi dan menyebutnya sebagai “pemberontakan.” (Tangkapan layar)

Setelah aksi protes berlangsung sekitar 45 menit, pihak sekolah akhirnya mengalah dan mengumumkan bahwa jam pulang akan dikembalikan ke pukul 15.50. Setelah itu, para siswa perlahan kembali ke kelas, dan aksi mereka dianggap berhasil.

Menurut sumber tersebut, protes ini merupakan ledakan besar dari akumulasi ketidakpuasan siswa terhadap kebijakan sekolah selama bertahun-tahun.

Sekolah Menengah Wenshang sebelumnya pernah menerapkan sistem “libur satu hari setiap empat minggu”. Belakangan kebijakan itu diubah menjadi libur satu hari setiap minggu. Namun setelah seorang wakil kepala sekolah baru menjabat, waktu istirahat siswa kembali dipangkas sedikit demi sedikit, sambil mencoba menghidupkan kembali sistem “empat minggu satu hari libur”, sehingga rasa tidak puas terus meningkat.

Pada malam 15 Mei, setelah mengetahui rencana sekolah memperpanjang jam belajar, kemarahan siswa cepat menyebar. Mereka mulai diam-diam mendiskusikan tuntutan aksi dan menyusun rencana demonstrasi.

Sekitar pukul 09.50 pagi tanggal 16 Mei, siswa dari lantai tiga gedung sekolah menjadi kelompok pertama yang bergerak. Mereka beramai-ramai keluar kelas dan menuju lapangan sekolah. Lebih dari 2.000 siswa kelas 10 dan 11 segera ikut bergabung dalam aksi tersebut.

Pada saat yang sama, sebuah tulisan yang disebut “Manifesto Menentang SMA Wenshang” juga beredar di kalangan siswa. Di dalamnya tertulis:

“Ribuan pelajar bersatu dalam kemarahan. Kami harus tetap teguh pada keyakinan kami, memperjuangkan hak kami dengan alasan yang benar, dan tidak akan tunduk pada penindasan yang tidak masuk akal!”

Sumber : NTDTV.com


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Monitor Qingyun M273U Pakai Panel 4K 160Hz dan Akurasi Warna Profesional
• 17 jam lalumedcom.id
thumb
Bukan di SUGBK, Persija Tutup Musim BRI Super League dengan Jamu Semen Padang di JIS
• 15 jam lalubola.com
thumb
Arsip Foto ”Kompas” : Saat Dua KRL Beradu Muka di Pelintasan Tunggal
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,76 Juta per Gram, Buyback Ikut Melemah
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pimpinan Komisi X DPR: PAUD Bagian Integral Wajib Belajar 13 Tahun yang Harus Dapat Perhatian Pemerintah
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.