JAKARTA, DISWAY.ID - Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Indonesia merupakan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia.
Menurut Prabowo, ekspor minyak kelapa sawit Indonesia memberikan kontribusi devisa yang sangat besar bagi perekonomian nasional.
“Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Devisa ekspor minyak kelapa sawit mencapai 23 miliar dolar, setara dengan Rp391 triliun pada tahun 2025,” kata Prabowo saat memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintah dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.
BACA JUGA:Prabowo Targetkan Pengangguran Turun Jadi 4,30 Persen pada 2027
Namun, ia menilai kondisi saat ini masih tidak wajar karena harga kelapa sawit Indonesia justru ditentukan oleh negara lain.
“Dan kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia tapi harga kelapa sawit ditentukan di negara lain,” ujarnya.
Karena itu, Prabowo mengaku telah meminta para menterinya untuk memperjuangkan kedaulatan Indonesia dalam menentukan harga komoditas strategis tersebut.
BACA JUGA:IHSG Kebakaran di Sela-Sela Pidato Presiden Prabowo di DPR, Anjlok dari Hijau ke Merah
“Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi,” tegasnya.
Prabowo menekankan pemerintah ingin Indonesia memiliki kendali lebih besar terhadap harga kelapa sawit di pasar global.
“Saya tidak mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita,” ucapnya.
BACA JUGA:IHSG Kebakaran di Sela-Sela Pidato Presiden Prabowo di DPR, Anjlok dari Hijau ke Merah
Ia bahkan menegaskan Indonesia tidak perlu memaksakan penjualan jika negara lain tidak bersedia membeli sesuai harga yang ditetapkan pemerintah Indonesia.
“Kalau mereka tidak mau beli pakai harga kita ya tidak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri saudara-saudara sekalian,” pungkasnya.





