CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Super League 2025/26 telah mencapai titik kulminasi. Menyisakan satu pekan pertandingan pamungkas, atensi publik sepak bola nasional tidak hanya tertuju pada trofi juara, melainkan juga pada panggung penghargaan individu.
Operator kompetisi, I.League, resmi merilis lima nama yang akan bersaing ketat memperebutkan gelar prestisius sebagai Pemain Terbaik (Best Player) musim ini.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menegaskan bahwa proses penyaringan nominasi ini melibatkan evaluasi mendalam oleh Technical Study Group (TSG) yang dikombinasikan dengan data statistik serta dampak nyata sang pemain di lapangan.
Pemenang seluruh kategori penghargaan Super League 2025/26 akan diumumkan setelah pekan terakhir kompetisi berakhir, termasuk penghargaan top skorer, tim Fair Play dan Best XI.
Berikut statistik performa lima calon pemain terbaik Super League 2025/26:
1. Mariano Peralta (Borneo FC)
Mariano Peralta menjelma sebagai sosok sentral sekaligus pemain paling destruktif di lini serang Borneo FC Samarinda.
Penyerang asal Argentina ini tercatat sebagai pemain paling produktif dalam menciptakan peluang sekaligus penyelesaian akhir lewat gelontoran 18 gol dan 13 assist.
Kelihaiannya di sepertiga akhir lapangan dipertegas dengan torehan 72 chances created dan 57 successful dribbles.
Tidak hanya tajam, Peralta juga memiliki etos kerja tinggi yang terbukti dari kontribusi defensifnya yang sangat baik untuk ukuran pemain ofensif.
2. Federico Barba (Persib Bandung)
Di sektor pertahanan, bek asal Italia, Federico Barba, sukses menjadi pemimpin lini belakang Persib Bandung hingga tumbuh sebagai salah satu tembok pertahanan terbaik musim ini.
Barba tidak hanya tangguh dalam duel-duel pasif, tetapi juga memegang peran krusial sebagai figur penting dalam memulai skema build-up permainan Maung Bandung.
Sepanjang musim, ia membukukan statistik bertahan yang sangat solid lewat raihan 29 tackles, 100 interceptions, dan 60 clearances.
Lebih dari itu, konsistensi, kepemimpinan, dan ketenangannya di area penalti kian lengkap dengan sumbangan 5 gol krusial yang menjadi fondasi kukuh Persib dalam perburuan gelar juara.
3. Juan Villa (Borneo FC)
Nomine berikutnya dari Borneo FC adalah Juan Villa, yang tampil luar biasa sebagai metronom dan pengatur ritme permainan tim.
Gelandang kreatif ini memamerkan visi bermain kelas wahid dengan menorehkan angka fantastis berupa 405 progressive passes serta 228 passes to final third.
Tak sekadar piawai mengalirkan bola ke area berbahaya, Villa juga sangat produktif lewat kontribusi 12 gol dan 8 assist, serta kreasi 42 peluang.
Kombinasi komplet antara visi bermain, distribusi bola yang presisi, serta keseimbangan dalam membantu transisi menyerang dan bertahan menjadikannya salah satu gelandang paling menakutkan musim ini.
4. Beckham Putra (Persib Bandung)
Mewakili talenta lokal, Beckham Putra terus berkembang menjadi salah satu gelandang asli Indonesia paling berpengaruh di kompetisi kasta tertinggi.
Pemain muda andalan Persib ini bertransformasi menjadi dinamo lini tengah dengan catatan 26 chances created dan 138 progressive passes.
Selain aktif membantu transisi menyerang maupun bertahan, mobilitas tinggi dan kreativitas Beckham menjadi elemen krusial yang menghidupkan permainan taktis Persib.
Fleksibilitasnya di atas lapangan juga disempurnakan dengan torehan 3 gol dan 3 assist bagi Maung Bandung sepanjang musim berjalan.
5. Allano Lima (Persija Jakarta)
Kandidat terakhir datang dari ibu kota, di mana Allano Lima sukses menahbiskan diri sebagai motor utama kreativitas Persija Jakarta.
Pemain asal Brasil ini memikul peran yang sangat vital dalam menjaga kolektivitas dan daya saing Macan Kemayoran di papan atas hingga akhir musim.
Allano tercatat melepaskan 317 progressive passes dan mengkreasi 62 peluang matang bagi lini depan Persija.
Pengaruh besarnya di atas lapangan terpotret nyata lewat kontribusi langsung yang sangat seimbang, yakni berupa 9 gol dan 9 assist sebelum laga pamungkas dimulai.




