Cerita Jafar Kejar Ijazah Paket C demi Kerja di Gedung Tinggi

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Pemuda bernama Jafar (19) mendaftarkan diri mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk mengejar ijazah SMA dan setara karena kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Jafar bersama ibunya, Nur Ainun (45), datang ke Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, untuk mencari PKBM yang terdekat dari rumahnya.

Sejak lulus dari salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau setara Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ciawi pada 2023, Jafar memutuskan untuk pergi merantau mencari uang di Bandung.

Baca juga: Maraknya Pengamen Gerobak di Jakarta Bukan Cuma soal Ketertiban, tapi Krisis Keterampilan Kerja

"Langsung ngambil kerja, bagian packing-packing gitu di Bandung. Dapet informasi dari temen sama mamang," kata Jafar di Kantor Kecamatan Bogor Timur, Rabu (20/5/2026).

Nominal yang diterima tiap minggunya dari jerih payahnya sebesar Rp 700.000. Baginya, jumlah tersebut adalah sesuatu yang besar untuk memenuhi kebutuhannya di Bandung.

Bersama temannya, Jafar tinggal di sebuah rumah kos wilayah Kiaracondong dengan membayar biaya tempat tinggalnya bersama-sama.

"Tergiur sama uangnya, lumayan aja buat jajan per minggu Rp 700.000. Di sana ngekos bareng temen bayarnya berdua masing-masing Rp 250.000," jelasnya.

Setelah mendapatkan uang itu, Jafar mengaku tidak lagi terbesit pikirannya untuk mengenyam pendidikan kembali dan hanya ingin berfokus mengumpulkan uang.

Mengumpulkan uang itu untuk meringankan beban dari orangtuanya. Sebab, sang ayah bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) penjual kacamata gaya.

Sedangkan sang ibu merupakan ibu rumah tangga. Jafar sebagai anak pertama dari dua bersaudara tergerak hatinya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

Baca juga: Harapan Pencari Kerja di Job Fair: Minta Lowongan dan Perusahaan Peserta Diperbanyak

"Dulunya sih enggak ada kepikiran buat sekolah lagi gitu, ya langsung kerja. Pengin ngumpulin uang aja, biar enggak jadi beban aja sih," ujar dia sambil sedikit tertawa.

Namun, perjuangan meningkatkan kesejahteraan keluarganya itu tidak selalu mulus sebab terkendala Ijazah untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

"Susah dapet kerja, makanya ini ngejar ijazah," jelasnya.

Ia tetap mencari pekerjaan saat tidak ada jadwal pembelajaran di PKBM meski belum mengetahui pekerjaan yang akan diambilnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Rencananya sih mau sambil nyari-nyari kerjaan aja sih. Biar enggak nyusahin orangtua lah," tegas dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Carlo Ancelotti Siapkan Wajah Baru Brasil untuk Piala Dunia 2026 dengan Formasi Fleksibel
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Solidaritas Sosial Jadi Wajah Budaya Kerja PNM
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Nova Arianto Sambut Antusias Derbi DIY di BRI Super League Musim Depan: Semoga PSS dan PSIM Bertanding Aman dan Lancar
• 5 jam lalubola.com
thumb
Momen Prabowo dan Gibran Foto Bareng Pimpinan DPR Jelang Rapat Paripurna
• 7 jam laluokezone.com
thumb
Kriminal kemarin, pengadaan mesin jahit Rp9 miliar hingga cabul
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.