Pantau - Carlo Ancelotti mulai membentuk wajah baru timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026 dengan mengandalkan formasi 4-2-3-1 serta kombinasi pemain senior dan muda setelah resmi ditunjuk sebagai pelatih Selecao pada Mei 2025.
Ancelotti dikenal sebagai pelatih yang tidak terpaku pada satu formasi sejak memulai karier kepelatihan pada 1995.
Saat melatih AC Reggiana 1919, ia menggunakan formasi 4-4-2.
Ketika membesut AC Milan, Ancelotti memakai pola 4-3-2-1.
Bersama Chelsea FC, ia menerapkan skema 4-3-3.
Pada periode keduanya bersama Real Madrid CF tahun 2021–2025, Ancelotti menggunakan variasi 4-4-2, 4-2-3-1, dan 4-3-2-1.
Meski memakai berbagai formasi, keseimbangan tim tetap menjadi prinsip utama pelatih asal Italia tersebut.
Dalam 10 pertandingan awal bersama Brasil, Ancelotti lebih sering memakai formasi 4-2-3-1.
Ia mengatakan, "Fokus saya adalah kolektivitas, bukan individu."
Casemiro dan Bruno Guimaraes Jadi Pilar UtamaCasemiro dan Bruno Guimaraes hampir pasti menjadi duet gelandang bertahan utama Brasil di bawah racikan Ancelotti.
Keduanya tampil dominan saat Brasil mengalahkan Korea Selatan 5-0 pada laga uji coba Oktober 2025.
Casemiro dan Bruno Guimaraes diandalkan untuk memutus serangan lawan sekaligus memulai serangan balik.
Penampilan Casemiro di Liga Inggris musim 2025/2026 disebut menjadi salah satu yang terbaik dalam kariernya.
Casemiro mencetak sembilan gol dan dua assist di liga musim ini.
Ia juga membukukan 90 tekel, 31 intersepsi, 27 blok, dan memenangi 188 duel.
Bruno Guimaraes mencatat sembilan gol dan lima assist bersama Newcastle United FC di Liga Inggris musim 2025/2026.
Bruno juga memenangi 165 duel, membuat 62 tekel, dan 15 intersepsi.
Danilo dos Santos dan Fabinho diproyeksikan menjadi pelapis ideal di lini tengah karena memiliki kemampuan bertahan dan membangun serangan yang baik.
Di sektor pertahanan, Gabriel Magalhaes berpeluang menjadi pilihan utama di posisi bek tengah.
Bersama Arsenal FC musim 2025/2026, Magalhaes membantu tim hanya kebobolan 26 gol dari 37 pertandingan liga.
Ia juga memenangi 97 duel udara, melakukan 38 tekel, dan 23 intersepsi.
Selain bertahan, Magalhaes mencetak tiga gol dan empat assist di liga musim ini.
Tandem Magalhaes diperkirakan adalah Gleison Bremer yang tampil konsisten bersama Juventus FC dengan 105 kemenangan duel, 28 tekel, dan 32 intersepsi.
Bremer juga mencetak empat gol di liga musim ini dengan persentase keberhasilan umpan mencapai 89,5 persen.
Marquinhos, Roger Ibanez, dan Leo Pereira diperkirakan menjadi pelapis di sektor bek tengah.
Posisi bek kiri dan kanan akan diisi secara bergantian oleh Danilo, Alex Sandro, Douglas Santos, dan Wesley Franca.
Fleksibilitas para pemain belakang itu dinilai penting karena mereka juga mampu bermain sebagai bek tengah.
Dalam pengumuman skuad Piala Dunia 2026 di Rio de Janeiro pada 18 Mei 2026, Ancelotti memanggil Alisson Becker, Ederson Moraes, dan Weverton untuk posisi penjaga gawang.
Di lini pertahanan terdapat Marquinhos, Gabriel Magalhaes, Danilo, Alex Sandro, Bremer, Douglas Santos, Roger Ibanez, Leo Pereira, dan Wesley Franca.
Di sektor tengah, Brasil membawa Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes, Fabinho, dan Danilo dos Santos.
Untuk lini depan, Brasil memanggil Neymar Jr, Vinicius Junior, Raphinha, Gabriel Martinelli, Endrick, Igor Thiago, Luis Henrique, Matheus Cunha, dan Rayan.
Neymar Dipanggil Meski Tuai PerdebatanPemanggilan Neymar ke skuad Piala Dunia FIFA 2026 memunculkan perdebatan banyak pihak.
Sejumlah pihak menilai Joao Pedro lebih layak dipanggil dibanding Neymar yang kini berusia 34 tahun.
Secara statistik, Neymar mencetak 12 gol dan tiga assist dalam 28 pertandingan terakhir di Liga Brasil.
Sementara Joao Pedro mencatat 15 gol dan lima assist dari 34 pertandingan di Liga Inggris musim 2025/2026.
Namun Ancelotti disebut memiliki pertimbangan lain terkait keseimbangan tim.
Neymar yang sudah tampil di tiga Piala Dunia yakni 2014, 2018, dan 2022 dianggap mampu menjadi penyeimbang antara pemain muda, senior, dan para bintang di skuad Brasil.
Di lapangan, Neymar dikenal mampu bekerja sama dengan siapa pun.
Karakter itu menjadi salah satu faktor keberhasilannya bersama FC Barcelona dan Paris Saint-Germain dengan raihan lebih dari 20 trofi juara.
Ancelotti juga disebut tidak berencana memainkan Neymar di setiap pertandingan.
Ia mengatakan, "Neymar dapat membuat kualitas untuk tim, bahkan ketika dia bermain cuma satu menit. Kami memilih para pemain ini karena kami yakin mereka bisa membantu tim."
Jika Neymar berada di bangku cadangan, posisi gelandang serang berpotensi diisi Lucas Paqueta.
Paqueta memiliki tingkat keberhasilan operan mencapai 83 persen dengan rata-rata 1,1 umpan kunci per pertandingan di Liga Brasil 2026.
Di lini depan, Raphinha dan Vinicius Junior diprediksi menjadi pilihan utama di posisi penyerang sayap.
Raphinha baru membawa Barcelona menjuarai Liga Spanyol musim 2025/2026 dengan catatan 13 gol dan tiga assist.
Vinicius Junior mengoleksi 16 gol dan lima assist musim ini.
Selain kemampuan menyerang, keduanya aktif membantu pertahanan melalui track back.
Vinicius rata-rata membuat 0,8 tekel per pertandingan di Liga Spanyol musim ini.
Raphinha mencatat rata-rata 0,7 tekel per laga.
Posisi sayap juga dapat diisi Matheus Cunha, Luiz Henrique, dan Gabriel Martinelli yang dikenal rajin membantu pertahanan.
Untuk posisi striker, Brasil memiliki opsi Endrick, Igor Thiago, Rayan, dan Matheus Cunha.
Igor Thiago dinilai paling sesuai dengan karakter permainan Brasil ala Ancelotti.
Penyerang Brentford FC itu akan menjalani debut di Piala Dunia 2026.
Thiago mencetak 22 gol dan satu assist dari 37 pertandingan Liga Inggris musim ini.
Ia juga mencatat 36 tekel, 12 intersepsi, dan tujuh blok untuk membantu pertahanan Brentford.
Endrick diperkirakan dimainkan ketika Brasil membutuhkan gol karena memiliki kecepatan, kekuatan fisik, dan kemampuan menggiring bola yang baik.
Brasil akan memulai perjalanan di Grup C Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Mariko pada 13 Juni 2026.
Setelah itu Brasil melawan Haiti pada 19 Juni 2026.
Pertandingan terakhir fase grup akan mempertemukan Brasil dengan Skotlandia pada 24 Juni 2026.
Seluruh pertandingan grup Brasil akan berlangsung di Amerika Serikat.
Legenda sepak bola Brasil Bebeto mengingatkan para pemain untuk tetap kompak dan tidak bermain individualistis.
Bebeto mengatakan, “Mereka harus percaya, berlatih keras, saling membantu, memberikan segalanya, dan selalu mengutamakan tim. Tidak ada yang bisa menang sendirian.”




