Curhat Saat Dikritik PDI-P, Prabowo: Saya Kadang Pilu, Tapi Itu Baik untuk Demokrasi

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang memilih berada di luar pemerintahan sebagai bentuk pengawasan dalam sistem demokrasi.

Hal itu ia sampaikan saat memaparkan arah kebijakan ekonomi pemerintah dalam rapat paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

BACA JUGA:Amankan Aksi Harkitnas di Jakarta, 14.237 Personel Gabungan Disiagakan

Prabowo mengaku menghormati sikap PDI-P yang tidak bergabung dalam koalisi pemerintah. Menurut dia, demokrasi membutuhkan mekanisme check and balances agar pemerintah tetap mendapat pengawasan.

“Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah. Saya mengerti itu. Sebenarnya saya ingin ucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita,” kata Prabowo.

BACA JUGA:Gojek Sambut Hari Kebangkitan Nasional dengan Dukungan terhadap Skema Ojol Pemerintah

Meski demikian, Prabowo mengaku kerap merasa pilu menerima kritik keras dari anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berada di luar pemerintahan.

"Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDI-P ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu,” kata Prabowo yang disambut tawa peserta rapat di Gedung DPR RI.

Meski demikian, Prabowo mengatakan dirinya memahami kritik yang disampaikan PDI-P merupakan bagian dari mekanisme pengawasan terhadap pemerintah.

BACA JUGA:31 Tahun Melayani Indonesia, Telkomsel Perkuat Peran sebagai Digital Ecosystem Enabler Bagi Pelanggan

"Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya, iya kan? Ada pepatah yang mengatakan kalau orang mengingatkan kita, walaupun kita tidak suka dikasih peringatan, tapi sebenarnya dia menyelamatkan kita," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo turut menyinggung soal proyek pemerintah dan tender yang disebut-sebut melibatkan kader PDI-P di belakangnya

Ia menegaskan pemerintah tidak boleh melihat latar belakang politik seseorang dalam proses tender proyek.

“Kalau dia menang, menang saja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” kata Prabowo


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dedi Mulyadi Tawari PKL di Cicadas Bandung Jadi Penyapu Jalan, Terungkap Alasan di Baliknya
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Dedi Mulyadi Tak Habis Pikir, Pekerja Reboisasi di Puncak Malah Dialihkan Urus Proyek Kopi oleh Kadis Kehutanan
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Soal Pembubaran Film Pesta Babi di Ternate, Ini Kata Eks Kapuspen TNI
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Aksi Damai Warga Bandung Minta 9 WNI yang Diculik Israel Dibebaskan, Termasuk Dua Jurnalis Republika
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Subsidi BBM Tetap Jalan Meski Rupiah Ambles, Purbaya: Sudah Kami Perhitungkan
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.