Jambi: Sebanyak tiga pekerja ditemukan meninggal, diduga keracunan gas saat memperbaiki ruang palka kapal tongkang besi (bargas) KM TS Dya Niaso, di Sungai Batanghari, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, pada Rabu, 20 Mei 2025. Tiga korban tersebut yakni Zulkarnen, 42; Popo, 32; dan Risdiansyah, 41.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jambi, Adah Sudarsa, membenarkan peristiwa itu, pada Rabu siang. Pihaknya bersama petugas gabungan berjuang lebih dari satu jam untuk mengevakuasi tiga korban.
"Ketiga korban yang terkurung dalam palka tongkang di Muarojambi, laporan diterima Tim SAR pukul 09.15 WIB. Sekitar 20 menit pasca ketiga korban memasuki ruang terbatas dalam palka tongkang. Laporan diterima dari seorang pria bernama Sani, pemilik tongkang," ujar Adah.
Tim SAR Jambi dibantu personel Polairud Polda Jambi mengevakuasi tiga pekerja yang terjebak dalam ruang palka kapal tongkang besi (bargas) KM TS Daya Niaso, di Sungai Batanghari, Kecamatan Marosebo, Kabupaten Muarojambi, Rabu siang (20/5). (Dok Basarnas Jambi)
Menerima laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Jambi langsung mengerahkan Search Rescue Unit (SRU) yang berkekuatan 14 personel rescue. Menggunakan jalur darat dan air, tim menempuh jarak sekitar 13,5 kilometer. Tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.25 WIB tim SAR Basarnas bersama pesonel Polairud Polda Jambi, langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi.
Dia menerangkan Tim SAR menggunakan peralatan khusus Confined Space Rescue (CSR), lantara lokasi kejadian berada di dalam palka kapal yang minim oksigen dan rawan gas beracun. Proses pengangkatan jenazah korban dilakukan secara bertahap oleh Tim SAR Gabungan.
Baca Juga :
Cegah Keracunan Gas, Robot Pemadam Diterjunkan ke Lokasi Kebakaran KalideresSetelah berhasil dievakuasi dari dalam lambung kapal, seluruh jenazah korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara menggunakan armada darat untuk proses penanganan dan autopssi. Jasad ketiga korban semuanya berasal dari daerah Pontianak, Kalimantan Barat. (MI/SL)



