JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, perbaikan kesejahteraan guru harus menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Ia mengatakan, kualitas pendidikan di Indonesia sangat tergantung dengan kualitas tenaga pendidiknya.
"Memperbaiki kondisi kehidupan guru harus menjadi prioritas kita," ujar Prabowo dalam pidatonya di rapat paripurna penyampaian Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027, Rabu (20/5/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengungkap faktor yang menyebabkan gaji guru, aparat penegak hukum, hingga aparatur sipil negara (ASN) kecil.
Salah satu faktor tersebut adalah under invoicing atau kecurangan yang dilakukan eksportir atau importir dengan melaporkan data yang tidak benar kepada pemerintah.
"Ini yang sebabnya gaji-gaji guru kecil, gaji-gaji aparat penegak hukum kecil, gaji-gaji ASN kecil. Ini yang selalu anggaran tidak cukup, anggaran tidak kuat, dan sebagainya," kata Prabowo.
"Selama 34 tahun apa yang terjadi? Yang terjadi adalah apa yang disebut under invoicing," lanjutnya.
Baca juga: Guru Madrasah Demo di Depan DPR, Tuntut Perubahan UU ASN
Prabowo menjelaskan under invoicing adalah bentuk dari fraud atau penipuan. Hal ini terjadi karena para pengusaha tidak melaporkan secara jujur soal barang yang mereka jual atau beli ke luar negeri.
"Banyak di antara mereka membuat perusahaan di luar negeri. Dia jual dari perusahaan dia di dalam negeri ke perusahaan dia di luar negeri yang harganya jauh di bawah harga yang sebenarnya," jelas Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan.
"Kita ingin guru-guru kita terjamin kesejahteraannya, masa depan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas pendidikan yang dapat diberikan kepada anak-anaknya," ujar Prabowo.
Baca juga: 137.764 Guru Non-ASN Bakal Terima Tunjangan Profesi Rp 2 Juta per Bulan
"Kualitas pendidikan ditentukan oleh guru-guru yang berkualitas, guru-guru yang semangat, guru-guru yang gembira, guru-guru yang bisa menjadi contoh bagi generasi-generasi penerus bangsa," sambungnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang