Jemaah Diimbau Atur Waktu Keberangkatan ke Masjidil Haram pada Malam Hari

suarasurabaya.net
1 jam lalu
Cover Berita

Jemaah calon haji Indonesia terus diimbau untuk mengatur waktu keberangkatan menuju Masjidil Haram, khususnya pada malam hari, menyusul meningkatnya kepadatan jemaah setelah salat Isya.

Hingga Selasa (20/5/2026), petugas layanan transportasi Bus Shalawat mencatat kondisi di kawasan Masjidil Haram semakin padat pada jam-jam setelah salat Isya. Oleh karena itu, jemaah diminta tidak berangkat pada waktu bersamaan untuk menghindari penumpukan.

Marzuki Kepala Pos layanan Bus Shalawat rute Syisyah 2–Syib Amir mengatakan, jemaah diimbau berangkat dari hotel sekitar pukul 22.30 waktu Arab Saudi, saat kondisi kepadatan mulai berkurang.

“Tolong disampaikan kepada ketua kloter masing-masing, apabila malam hari paling aman menuju Masjidil Haram itu sekitar pukul 22.30,” ujar Marzuki.

Ia juga meminta jemaah tidak turun ke lobi hotel sebelum pukul 22.00 agar proses keberangkatan lebih tertib dan tidak terjadi penumpukan di area penjemputan bus.

“Jemaah jangan turun ke lobi kecuali jam 22.00. Jam 22.30 insyaallah kondisi sudah lebih lengang dan armada sudah kami siapkan,” katanya.

Marzuki menjelaskan, pengaturan waktu ini dilakukan karena kapasitas armada pada rute Syisyah 2–Syib Amir tidak memungkinkan untuk menampung lonjakan penumpang dalam waktu bersamaan. Selain itu, petugas juga berupaya menjaga kelancaran operasional di tengah tingginya mobilitas jemaah.

“Kami tidak bisa memberangkatkan sekaligus karena menyalahi pengaturan operasional. Apalagi saat ini sudah memasuki fase akhir menjelang puncak haji,” ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya koordinasi antara petugas dan ketua kloter maupun ketua rombongan (karom) agar jadwal keberangkatan jemaah dapat berjalan lebih tertib.

Rute Syisyah 2–Syib Amir sendrii merupakan bagian dari layanan Bus Shalawat di wilayah Syisyah–Syib Amir yang memiliki total delapan rute operasional. Pengaturan jadwal bus saat ini disesuaikan dengan tingkat kepadatan di sekitar Masjidil Haram.

Diketahui, pada musim puncak haji nanti, jumlah jemaah dari seluruh dunia yang berkumpul di Kota Makkah diperkirakan mencapai 1,5 juta hingga lebih dari 2 juta orang, sehingga pengaturan mobilitas menjadi faktor penting untuk kelancaran ibadah. (saf/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Warga Tulungagung Hilang Saat Cari Ikan di Sungai Brantas
• 23 jam laluberitajatim.com
thumb
Amran Ancam Cabut Izin Importir Kedelai Jika Naikkan Harga Seenaknya
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Monitor Qingyun M273U Pakai Panel 4K 160Hz dan Akurasi Warna Profesional
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Tren Surplus Produksi, Bulog Malang Serap 70.000 ton Beras Petani per Mei 2026
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Sinopsis Drama China The Road to Glory, Kisah Cinta Zhang Linghe dan Jelly Lin di Tengah Perebutan Tahta
• 20 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.