Surya Paloh: Modal Terakhir Kita Optimisme, Mudah-mudahan Bisa Kita Jaga

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menilai optimisme menjadi modal utama yang masih dimiliki Indonesia di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pasar yang terjadi saat ini.

Hal itu disampaikan Paloh usai mendengar pidato Presiden Prabowo Subianto terkait kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM dan PPKF) 2027 di Rapat Paripurna DPR, Rabu (20/5).

“Selain optimisme apalagi yang kita punya? Itu barangkali yang perlu kita pahami. Modal kita yang terakhir adalah optimisme itu sendiri. Lain saya pikir, kita tidak perlu berargumentasi, ya tinggal optimisme itu,” kata Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Kalaupun itu selesai ya kita tidak punya apa-apa lagi. Tapi mudah-mudahan kita masih bisa menjaga optimisme itu ya,” lanjutnya.

Paloh mengatakan pidato Prabowo membawa semangat patriotisme untuk membangun bangsa.

Namun, menurut dia, berbagai gagasan besar yang disampaikan pemerintah tetap membutuhkan strategi implementasi yang matang agar dapat berjalan sesuai target.

“Ya, pokoknya beliau membangun semangat heroisme ya, patriotisme di negeri ini. Itu yang pasti. Itu bisa jelas ditandaskan kembali bagaimana kita harus tetap berpegang teguh pada komitmen dasar kepada Pasal 33 Undang-Undang Dasar,” ujar Paloh.

“Tapi permasalahannya mungkin yang perlu harus kita cermatin, strategi yang cukup strategis ini, tentu tidak semuanya taken for granted, bisa mudah untuk bisa diaplikasikan sedemikian rupa,” sambungnya.

Ia menilai pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi apabila kebijakan yang dirancang tidak berjalan sesuai rencana. Menurut Paloh, dukungan terhadap gagasan besar pemerintah harus dibarengi kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

“Nah ini perlu perhatian kita bersama. Artinya kita mendukung pikiran-pikiran besar ini, tetapi dengan satu syarat yang tidak bisa terlepaskan daripada komitmen kita bersama. Pemerintah sendiri untuk bisa menjaga, mempunyai reserve bagaimana kalau hal ini tidak teraplikasikan berjalan sesuai dengan rencana. Ini yang saya perlu tekankan di sini,” ucapnya.

Paloh juga menanggapi kondisi pasar saham yang disebut mengalami penurunan. Ia berharap kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak berlangsung berkepanjangan.

“Ya, mungkin kita harapkan itu hanya indikasi sementara aja. Tapi kalau itu semakin turun terus-menerus, nah itu yang seperti saya katakan, ini perlu dievaluasi kembali,” kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,8 persen hingga 6,5 persen di 2027. Target tersebut juga dipatok dalam rangka mempercepat transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Pemerintah mengusulkan kisaran indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai asumsi dasar penyusunan RAPBN 2027,” ujar Prabowo dalam rapat paripurna DPR RI, Rabu (20/5).

Prabowo mengungkapkan pembahasan KEM PPKF telah disusun dengan mempertimbangkan berbagai dinamika global dan melihat potensi pemulihan ekonomi nasional di tahun depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Diramal Kian Babak Belur, Analis Rekomendasikan Saham ASII, ANTM, TLKM
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pria Tewas Ditikam di Kampung Ambon Jakbar, Polisi Selidiki
• 22 jam laludetik.com
thumb
Bikin Takut Warga, Teror Pocong Merebak di Tangerang
• 2 jam lalukompas.id
thumb
Persahabatan Indonesia-Singapura Dinilai Jadi Fondasi Penting Hadapi Tantangan Asia
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
30 Lampu Jalan di Jalan Raya Bogor Jaktim Mati akibat Kabel Dicuri
• 23 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.