JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintahannya akan memperbesar pasar Indonesia. Menurutnya, pasar Indonesia bisa berkembang karena didukung keadan bonus demografi dan cadangan sumber daya alam (SDA).
Bahkan, Prabowo meyakini pasar Indonesia bisa menyaingi Eropa. Demikian hal itu disampaikan Prabowo saat berpidato ekonomi dalam rapat paripurna DPR RI di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
"Kita memiliki bonus demografi yang menopang konsumsi domestik dan pasar domestik yang besar. Pasar kita bisa sebesar Eropa," kata Prabowo.
"Sungguh sumber daya alam kita melimpah, kita punya komoditas-komoditas yang sangat berharga. Batu bara kita, nikel kita, tembaga, minyak kelapa sawit, logam tanah jarang, kekayaan laut yang melimpah."
Baca Juga: Pemerintah Bentuk Danantara Sumber Daya Indonesia untuk Awasi Ekspor Batu Bara dan CPO
Prabowo menyebut Indonesia saat ini mencatatkan ekspor terbesar setidaknya untuk tiga komoditas, yakni minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi atau ferro alloy.
Pada 2026, Prabowo menyatakan devisa ekspor kelapa sawit dari Indonesia mencapai 23 miliar dolar AS atau sekitar Rp391 triliun.
Sedangkan devisa batu bara mencapai 30 miliar dolar AS (Rp510 triliun) dan paduan besi 16 miliar dolar AS (Rp272 triliun).
Akan tetapi, Prabowo menyebut potensi ekonomi ini tidak tercermin dari angka penerimaan dan rasio belanja negara. Menurutnya, Indonesia masih menunjukkan tingkat penerimaan negara terendah di antara negara-negara G20.
"Hari ini Indonesia sebagai negara anggota G20 tapi rasio belanja negara kita terhadap produk domestik bruto adalah yang paling rendah di antara negara-negara G20," kata Prabowo.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- pidato ekonomi prabowo
- pidato prabowo sidang paripurna
- pidato prabowo
- bonus demografi





