TABLOIDBINTANG.COM - Film legendaris Children of Heaven siap hadir kembali dalam versi Indonesia mulai 27 Mei 2026. Meski diadaptasi dengan latar berbeda, remake garapan MD Pictures ini diklaim tetap mempertahankan nilai utama yang membuat film aslinya begitu dicintai penonton dunia.
Produser dan CEO MD Entertainelment, Manoj Punjabi menegaskan adaptasi Children Of Heaven dibuat tanpa tekanan atau campur tangan dari pihak luar.
MD Pictures diberi kebebasan penuh untuk mengembangkan cerita sesuai pendekatan mereka sendiri.
“Prosesnya 100 persen di tangan kita. Kita beli right, kita dapat kebebasan. Kita gak pernah minta approval mau diadaptasi gimana. Ini kan bukan terjemahan,” ungkap Manoj Punjabi kepada wartawan.
Meski demikian, komunikasi dengan sutradara film original, Majid Majidi tetap dilakukan demi menjaga esensi cerita tetap utuh.
Manoj Punjabi menegaskan ada pesan penting yang terus dipegang selama proses produksi berlangsung.
“Yang kami tangkap dari dia adalah, dia ingin tetap membawa kesederhanaan pikiran anak-anak. Kita stay true to the movie, karena filmnya udah benar,” beber Manoj Punjabi.
Komitmen tersebut bahkan membuat tim produksi beberapa kali mengubah ending film agar pesan emosionalnya tidak melenceng dari karya asli.
Sutradara Hanung Bramantyo pun mengaku proyek ini menjadi tantangan besar dalam kariernya. Selain karena Children of Heaven merupakan film yang sangat berpengaruh, Hanung juga memiliki perhatian khusus terhadap isu kenyamanan anak-anak di industri perfilman.
Tayang di bioskop 27 Mei 2026
“Awal karier saya itu dimulai dari film anak, ada Sahabat Malam dan sebagainya. Jadi saya akrab sekali dengan dunia anak-anak. Tapi kemudian saya harus bercerai dengan genre anak, karena saya lihat ketimpangan pada industri ini untuk cast anak-anak,” jelas Hanung Bramantyo.
Hanung menilai banyak produksi film yang masih memperlakukan pemain anak dengan standar kerja orang dewasa.
“Mereka sering dipaksa mengikuti standar dewasa. Jadi saya bersumpah tidak akan menggarap film anak lagi selama industri ini tidak ramah anak,” terang Hanung.
Karena alasan itu, Hanung memastikan proses syuting remake Children of Heaven dilakukan dengan pendekatan yang lebih ramah anak. Ia juga menegaskan film tersebut bukan sekadar menjual kesedihan atau kemiskinan.
“Film ini tidak mau mengeksploitasi kemiskinan, tapi bagaimana kita menunjukkan martabat kita sebagai manusia. Saya ingin menunjukkan bahwa hidup itu seperti ini, anak-anak kecil dipaksa menjadi dewasa oleh keadaan,” pungkas Hanung Bramantyo.
Dalam versi Indonesia, kisah kakak-beradik Ali dan Zahra dipindahkan ke latar Pulau Jawa era 1980-an. Namun Hanung memilih tidak memaksakan logat Jawa kepada seluruh pemain agar cerita terasa lebih universal dan dekat dengan penonton dari berbagai daerah.
Sebagai informasi, Children of Heaven pertama kali dirilis pada 1997 dan sukses menjadi salah satu film paling berpengaruh di dunia.
Film karya Majid Majidi itu bahkan masuk nominasi Oscar kategori Film Berbahasa Asing Terbaik serta meraih berbagai penghargaan internasional.




