JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan pemerintahannya menganut prinsip ekonomi jalan tengah. Artinya, kata Prabowo, ekonomi Indonesia mengambil konsep-konsep yang baik dari sosialisme dan kapitalisme.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo dalam pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN 2027 dalam rapat paripurna DPR di Jakarta, Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: Prabowo Sebut Indonesia Unggul Bonus Demografi dan SDA Melimpah: Pasar Kita Bisa Sebesar Eropa
Prabowo menjelaskan ekonomi jalan tengah yang diterapkannnya tidak membiarkan kelompok terkaya menang sendiri lalu menelantarkan masyarakat kecil atau miskin.
"Ekonomi yang cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah, ekonomi yang berani mengambil yang terbaik dari sosialisme dan yang terbaik dari kapitalisme," ucap Prabowo.
"Kita butuh peran negara, kita butuh perlindungan negara, kita butuh pengawasan, dan kita butuh keberpihakan dari negara untuk menjamin keadilan dan pemerataan."
Kendati demikian, Prabowo menyebut mekanisme pasar juga tetap dibutuhkan Indonesia. Tujuannya untuk menggenjot daya saing dan inovasi.
Lebih lanjut, Prabowo mengatakan pemerintah akan mendorong anak-anak muda Indonesia menjadi pengusaha. Ia pun meminta bank-bank Himbara untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin menjadi wirausahawan.
Prabowo ingin agar bank-bank BUMN menurunkan bunga kredit khusus untuk rakyat miskin. Selain itu, Prabowo juga ingin pemerintah membuka pendidikan kewirausahaan.
"Kita ingin anak-anak muda jangan semua minta jadi ASN, jangan semua minta jadi pemerintah, tapi harus berani bersaing dengan usaha lain," kata Prabowo.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- prabowo subianto
- pidato ekonomi prabowo
- ekonomi jalan tengah
- pidato prabowo
- prabowo sidang paripurna dpr





