Jumlah Investor Domestik Tembus 26,7 Juta, Mayoritas Anak Muda

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Sekelompok siswa-siswi melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, (21/10/2024). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Jumlah investor domestik terus meningkat, kini mencapai 26,7 juta. Yang menarik, lebih dari setengah jumlah tersebut berasal dari kalangan muda.

Hal itu diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi dalam Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, Selasa. Acara ini merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Bandar Lampung yang digelar 18-19 Mei 2026.


Baca: Breaking, IHSG Terkoreksi 0,8% Usai BI Putuskan Kerek Suku Bunga

"Yang paling menggembirakan, mayoritas investor tersebut berasal dari kelompok usia muda. Tidak kurang dari 54% investor Pasar Modal Indonesia berusia di bawah 30 tahun. Artinya generasi muda, termasuk adik-adik mahasiswa, akan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia sekarang dan di masa depan," kata Hasan dalam siaran pers, Rabu (20/5/2026).

Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Provinsi Lampung tercatat mencapai sekitar 614 ribu investor dan menempatkan Lampung pada peringkat kesembilan nasional.

Menurut Hasan, di tengah perkembangan teknologi digital dan ketidakpastian global, masyarakat perlu memiliki pemahaman investasi yang memadai agar mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak. Hasan juga menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, tingkat literasi Pasar Modal Indonesia baru mencapai 17,78%.

"Nah tentu PR kita bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan," kata Hasan.

Hasan juga menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan keuangan digital yang berkembang pesat saat ini.

"Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah pihak yang menawarkan memiliki izin? Apakah produknya terdaftar di OJK atau otoritas terkait? Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kita harus waspada," ujar Hasan.

OJK menyatakan terus memperkuat basis investor domestik melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan di sektor pasar modal, khususnya di kalangan generasi muda yang diharapkan menjadi penggerak utama Pasar Modal Indonesia ke depan.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Momen Sidak Dasco, Bos OJK & Danantara ke Bursa Efek

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trauma dan Halusinasi Jadi Teror di Kamu Harus Mati, Sitha Marino Bikin Penonton Tegang
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Polri Buru Pemasok Sabu Jaringan The Doctor, Red Notice Pak Haji Diterbitkan
• 9 jam laluokezone.com
thumb
KOSTI Semarakkan IVCA Rally 2026 dengan Gowes Jarak jauh 479 Km
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Kunjungan Putin ke Beijing Soroti Persahabatan dan Kerja Sama Energi Rusia-China
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Musim Mas Buka Suara soal Status Tersangka di Kasus Perusakan Lingkungan
• 21 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.