Pasuruan (beritajatim.com) – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Pasuruan mulai mengintensifkan pengawasan kesehatan hewan ternak di sejumlah titik penjualan menjelang perayaan Idul Adha. Langkah ini dilakukan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menjalankan ibadah kurban dengan hewan yang terjamin kualitasnya.
Tim dokter hewan diterjunkan langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada sapi maupun kambing yang dijajakan di pinggir jalan. Petugas memastikan setiap hewan yang dijual memenuhi syarat syariat serta bebas dari indikasi penyakit menular yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
“Penyakit ternak seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) masih harus kita waspadai selain memastikan kelayakan hewan kurban dari sisi usia atau poel,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kabupaten Pasuruan, Muhammad Syaifi, Rabu (20/5). Ia menegaskan bahwa prosedur pemeriksaan ini sangat krusial untuk menghasilkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal bagi konsumen.
Guna mencakup seluruh wilayah yang luas, pemerintah daerah telah menyiagakan ratusan personel yang disebar secara merata di puluhan kecamatan. Tim pengawas ini tidak hanya bekerja sebelum hari raya, namun tetap bertugas melakukan pemantauan hingga proses penyembelihan selesai dilakukan.
“Kami membentuk tim pengawas hewan kurban sebanyak seratus orang yang disebar di seluruh kecamatan selama masa pemeriksaan berlangsung,” imbuh Syaifi. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan mampu mendeteksi secara dini jika ditemukan adanya ternak yang kondisinya tidak layak konsumsi.
Sebagai bukti kelayakan, setiap lapak yang telah lolos verifikasi kesehatan akan diberikan surat resmi dari dinas terkait untuk dipajang di lokasi jualan. Hal ini menjadi panduan penting bagi calon pembeli agar tidak ragu dalam memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai standar medis.
“Setelah diperiksa dokter hewan dan dinyatakan sehat, kami segera memberikan surat keterangan kesehatan hewan kepada pemilik lapak,” tegas Syaifi saat meninjau salah satu lokasi penjualan. Dokumen tersebut merupakan jaminan bahwa ternak yang dijual telah melalui pengamatan fisik yang ketat oleh para ahli.
Di sisi lain, para pedagang mulai merasakan peningkatan permintaan meski hari raya masih menyisakan waktu beberapa pekan ke depan. Mereka menyambut baik adanya pemeriksaan rutin ini karena dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap hewan ternak yang mereka tawarkan.
“Saat ini pesanan sudah mulai banyak masuk dengan harga yang bervariasi tergantung jenis dan bobot hewan yang dipilih pembeli,” terang Irfan, salah satu pemilik lapak di wilayah Pohjentrek. Kehadiran petugas kesehatan hewan diakuinya sangat membantu dalam menjaga reputasi usahanya selama musim kurban tahun ini. (ada/kun)




