BI Kerek Suku Bunga, Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.629 per Dolar Rabu (20/5)

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari Rabu (20/5/2026) merespons langkah pemerintah memangkas anggaran serta keputusan agresif Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.

Berdasarkan data TradingView, rupiah ditutup menguat sebesar 0,48% ke level Rp17.629.

Penguatan mata uang Garuda terhadap dolar AS sejalan dengan apresiasi terhadap mayoritas mata uang Asia lainnya. Yuan China mengalami penguatan terhadap dolar AS sebesar 0,13%, diikuti won Korea juga menguat sebesar 0,06%, dolar Taiwan naik 0,11%.

Ringgit Malaysia turut mengalami apresiasi terhadap dolar AS sebesar 0,18%. Sebaliknya baht Thailand terhadap dolar AS turun 0,06, peso Filipina melemah 0,03%, rupee India turun sebesar 0,34%. Yen Jepang, dolar Singapura, serta dolar Hong Kong terhadap dolar AS terpantau stabil.

Baca Juga : Rupiah Digempur, Bank Indonesia Naikkan Bunga SRBI 6,45% dan BI Rate 50 Basis Poin

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong Nilai mengatakan nilai tukar rupiah berhasil ditutup menguat di tengah berlanjutnya penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan mata uang Garuda didorong oleh sentimen positif domestik, terutama langkah pemerintah memangkas anggaran serta keputusan agresif Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan.

Pelaku pasar menilai kebijakan pemerintah melakukan efisiensi anggaran, termasuk pemangkasan pada program Makan Bergizi Gratis atau MBG, menjadi sinyal positif bagi pengelolaan fiskal nasional. Di sisi lain, keputusan Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps) juga dinilai mampu meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik di tengah tekanan global.

Meski indeks dolar AS masih melanjutkan penguatan, rupiah mampu bergerak stabil berkat kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dianggap pro stabilitas pasar.

“Perkembangan domestik idealnya masih bisa mendukung penguatan rupiah tetapi perkembangan eksternal juga masih akan menjadi perhatian,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Fokus investor saat ini tertuju pada perkembangan geopolitik, khususnya pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait Iran, yang berpotensi memengaruhi sentimen risiko global. Selain itu, pasar juga menunggu risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan dirilis malam ini untuk mencari petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS ke depan.

“Untuk perdagangan selanjutnya, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp17.550 hingga Rp17.700 per dolar AS," lanjutnya.

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bursa Asia Melemah Lagi, Pasar Cemas Perang dan Lonjakan Yield AS
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Puan: Rapat Paripurna Hari Ini Spesial, Dihadiri Langsung oleh Presiden
• 7 jam lalukompas.com
thumb
KPK Periksa Eks Dirjen Haji Kemenag Hilman Latief Terkait Kasus Kuota Haji
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pram Larang Warga Jual Hewan Kurban di Trotoar: Ganggu Aktivitas Publik
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
RUPST 2026 Setujui Langkah Transformasi Pascamerger Operator Telekomunikasi EXCL
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.