Abdul Mu’ti Mendikdasmen Luncurkan Program SMK 3+1

suarasurabaya.net
10 jam lalu
Cover Berita

Abdul Mu’ti Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) meluncurkan program SMK 3+1 untuk menyiapkan lulusan kejuruan memasuki bursa kerja di dalam maupun luar negeri.

Peluncuran program tersebut bersamaan dengan pemberangkatan ribuan pelajar SMK dan pekerja migran untuk bekerja ke luar negeri yang berlangsung di Islamic Centre Surabaya, Rabu (20/5/2026).

Mu’ti menjelaskan konsep SMK 3+1 bakal diterapkan di puluhan sekolah yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia. Nantinya para siswa di sekolah tersebut akan menempuh waktu belajar 3 tahun dan 1 tahun masa magang sebelum masuk dunia kerja.

Prof. Dr. Abdul Mu’ti Mendikdasmen saat dalam acara Pelepasan 3000 Lulusan SMK dan 600 Lulusan LKP di Gedung Islamic Center Surabaya, Rabu (20/5/2026). Foto: Fauzan Mg suarasurabaya.net

Dalam masa magang 1 tahun tersebut, siswa dapat memiliki peluang untuk bekerja di luar negeri melalui program yang disiapkan Kemendikdasmen.

“Mereka bisa belajar dari SMK yang 3 tahun kemudian menambah 1 tahun untuk penyiapan masuk dunia kerja dengan kemitraan perusahaan di dalam maupun yang ada di luar negeri,” katanya.

Melalui skema 3+1 ini, Mu’ti mendorong agar lulusan SMK memiliki kompetensi untuk bersaing di bursa kerja secara global dan menyumbang angka serapan kerja.

Hal tersebut juga sesuai dengan instruksi Prabowo Subianto Presiden RI supaya lulusan pendidikan vokasi memiliki kesiapan kerja yang lebih kompetitif.

Sementara itu terkait program pelepasan peserta kerja, sebanyak 1.067 pelajar SMK kelas XII dan XIII asal Jatim telah mengikuti program magang kerja luar negeri. Serta 723 alumni sebagai pekerja migran dikirim ke berbagai negara.

Negara yang menjadi tujuan para peserta adalah Jepang, China, Korea Selatan, Jerman sampai Turki. Nantinya mereka bakal ditempatkan ke sektor profesional seperti industri hingga hospitality.

Sebelum diberangkatkan hari ini, para peserta lebih dulu mendapat pelatihan kerja berdasarkan kejuruan masing-masing serta pelatihan bahasa dan kebudayaan sesuai negara penempatan.

“Program ini merupakan realisasi dari arahan Bapak Presiden yang beliau dalam berbagai kesempatan menyampaikan agar para lulusan SMK dapat siap memasuki dunia kerja. Mereka kita berikan pelatihan bahasa tadi malam di Tangerang ya,” tuturnya.(wld/ham/rid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Koordinasi ke MK soal Lembaga Penghitung Kerugian Negara
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Iwan Koswara Serap Aspirasi Warga Depok, Soroti Ruang Kelas Hingga Penanganan Banjir
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kaltim Tawarkan Proyek Fatty Amine Senilai Rp1,88 triliun di Bontang
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Pegadaian Gelar Operasi Katarak Gratis di Sidoarjo
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
PGRI Dorong PPPK & P3K PW Diangkat PNS, Guru Honorer Ikut Seleksi CPNS
• 10 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.