Liputan6.com, Jakarta - Dokter spesialis mata RSCM, Faraby Martha, mengungkap kondisi mata Andrie Yunus setelah mendapatkan perawatan pascadisiram air keras. Hasil pemeriksaan terakhir pada 8 Mei 2026 kemarin, belum ada perubahan signifikan.
“Perkembangan sama stabil, dengan penglihatan yang sama,” ujar Faraby saat memberikan kesaksian sebagai ahli di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, pada Rabu (20/5/2026).
Advertisement
Faraby mengatakan, tim dokter sudah melakukan observasi kemampuan penglihatan korban, termasuk membedakan cahaya, bayangan, hingga gerakan menggunakan chart Snellen pada mata Andrie Yunus yang kondisinya sudah sangat buruk.
Hanya Bisa Bedakan Cahaya
Hasilnya, aktivis KontraS itu hanya mampu membedakan ada atau tidaknya cahaya. Namun tidak mampu membaca huruf terbesar sekalipun.
“Dia tidak bisa membaca huruf terbesar pun karena memang penglihatannya sangat buruk. Jadi dia hanya bisa membedakan cahaya,” ujar dia.
Dia juga mengungkap mata korban saat pertama ditangani memiliki tingkat keasaman pH 3. Pemeriksaan dilakukan memakai kertas pengukur pH.
“pH-nya tiga dari seharusnya tujuh. Jadi sangat rendah,” kata Faraby.



