Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat Indonesia agar tidak terlalu kagum terhadap negara-negara yang memperoleh kekayaan dengan merampas kekayaan bangsa lain.
"Hendaknya janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa yang kayanya dari merampas kekayaan bangsa-bangsa lain," kata Prabowo saat menyampaikan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna DPR RI di kompleks parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu.
Prabowo juga meminta masyarakat Indonesia tidak merasa rendah diri dan tidak selalu mengagumi ajaran dari bangsa lain.
Menurut dia, ada negara yang mengajarkan banyak hal kepada bangsa lain tetapi tidak menjalankan ajaran tersebut di negaranya sendiri.
Prabowo Ajak Bangsa Indonesia Belajar dari SejarahMeski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat untuk membenci bangsa lain.
Ia justru mengajak bangsa Indonesia tetap belajar dari negara lain sekaligus memahami sejarah agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu.
"Ada suatu adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami oleh nenek moyang mereka," ungkapnya.
Prabowo menyebut para pendiri bangsa telah memahami bahwa kekayaan Nusantara akan terus diambil pihak luar apabila pemimpin Indonesia lemah dan tidak bersatu.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung sejarah Belanda yang sempat memiliki Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tertinggi di dunia pada era 1500-an hingga 1800-an.
Menurut Prabowo, kondisi itu terjadi karena Belanda menguasai wilayah Nusantara yang kini menjadi Republik Indonesia.
"Negara yang mungkin dari utara ke selatan mungkin tidak sampai delapan jam naik kendaraan. Dari laut ke perbatasan mereka mungkin tidak sampai empat jam dengan kendaraan, bisa memiliki PDB tertinggi di dunia. Kenapa? Karena mereka menguasai Nusantara kita," ujar Prabowo.
Prabowo Sampaikan Langsung KEM-PPKF di DPRPidato tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna Ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026.
Prabowo menjadi Presiden RI pertama yang menyampaikan langsung pendahuluan RAPBN yang mencakup kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal di hadapan anggota DPR RI.
Rapat itu dihadiri 451 anggota DPR RI dan dipimpin Ketua DPR RI Puan Maharani.
Dalam rapat tersebut, Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta jajaran pejabat Kabinet Merah Putih.




