Media harian industri pelayaran Inggris, Lloyd’s List, melaporkan pada Selasa (19/5/226) bahwa lalu lintas perairan di Selat Hormuz mengalami peningkatan secara signifikan mulai pekan lalu.
Peningkatan aktivitas di selat tersebut juga dibarengi oleh naiknya perdagangan yang berhubungan dengan Iran. Salah satunya berasal dari kapal Abu Dhabi National Oil Company yang mengangkut gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) dan memasuki perairan Teluk dengan mematikan sistem identifikasi otomatis.
Peningkatan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz terjadi di tengah pembatasan Amerika Serikat (AS) terhadap kapal yang hendak menuju atau keluar dari pelabuhan Iran masih diberlakukan.
Melansir Antara, pada periode 11 hingga 17 Mei, sedikitnya 54 kapal melintasi Selat Hormuz. Jumlah tersebut meningkat dari pekan sebelumnya yakni hanya 25 kapal yang melintasi perairan strategis tersebut berdasarkan data pelacakan kapal.
Senin (18/5/2026) lalu, Windward perusahaan analitik maritim di London, mencatat sebanyak 19 kapal melintasi Selat Hormuz yang terdiri atas sembilan kapal masuk dan 10 kapal keluar.
Kapal-kapal yang masuk tersebut didominasi dari kapal kargo berbendera negara termasuk India dan Sri Lanka. Sementara lalu lintas keluar terdiri atas satu kapal tanker dan sembilan kapal kargo, dengan lima di antaranya berbendera Iran. (ant/vve/ham/rid)




