VIVA –Iran menanggapi ancaman yang dilontarkan presiden Amerika Serikat, Donald Trump terkait dengan kemungkinan untuk kembali menyerang Tehran dalam hitung beberapa hari ke depan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi melalui unggahannya di X, mengatakan Tehran telah memperoleh banyak pengalaman dan pengetahuan militer dari konflik sebelumnya.
Dia juga menegaskan bahwa jika perang kembali pecah akan ada lebih banyak kejutan bagi musuh-musuh Iran.
Araghchi mengatakan pasukan Iran tercatat sebagai pihak pertama yang berhasil menembak jatuh jet tempur F-35 milik Amerika Serikat. Ia merujuk pada laporan Kongres AS terkait kerugian pesawat tempur dalam konflik tersebut.
"Beberapa bulan setelah perang terhadap Iran dimulai, Kongres AS mengakui hilangnya puluhan pesawat bernilai miliaran dolar. Angkatan bersenjata kami yang kuat dipastikan menjadi pihak pertama yang berhasil menjatuhkan F-35 yang selama ini dibanggakan. Dengan pelajaran dan pengalaman yang kami peroleh, jika perang kembali terjadi maka akan ada lebih banyak kejutan," tulis Araghchi dikutip dari laman NDTV, Rabu 20 Mei 2026.
Juru bicara militer Iran, Mohammad Akraminia, juga memperingatkan bahwa Iran akan membuka front baru melawan Amerika Serikat jika serangan kembali dilakukan.
Ia menambahkan bahwa militer Iran memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kemampuan tempurnya.
Ancaman Trump dan Tekanan Mengakhiri Perang
Trump sebelumnya memperingatkan bahwa Amerika Serikat bisa kembali menyerang Iran. Kepada wartawan di Gedung Putih, ia mengaku sempat tinggal satu jam lagi untuk melanjutkan serangan Washington terhadap Iran sebelum akhirnya menunda keputusan tersebut.
Penundaan itu terjadi setelah beberapa pekan gencatan senjata rapuh dan pembicaraan untuk mengakhiri perang yang dimulai sejak 28 Februari lalu.
"Anda tahu bagaimana rasanya bernegosiasi dengan negara yang sedang Anda kalahkan telak. Mereka datang ke meja perundingan dan memohon untuk membuat kesepakatan. Saya harap kita tidak perlu berperang, tapi mungkin saja kami harus memberikan pukulan besar lagi kepada mereka. Saya belum yakin," kata Trump.
Meski begitu, di hadapan para legislator yang menghadiri acara di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa Washington akan segera mengakhiri perang tersebut.





