JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menargetkan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Manggarai mulai beroperasi secara resmi pada Agustus 2026.
Proyek perpanjangan jalur LRT Jakarta sepanjang sekitar 6,4 kilometer itu nantinya akan menghadirkan lima stasiun baru dan terintegrasi dengan sejumlah moda transportasi di Jakarta, termasuk KRL Commuter Line di Stasiun Manggarai.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan saat ini proyek memasuki tahap pengujian sistem sebelum operasional komersial dimulai.
“Untuk LRT Jakarta 1B ini kami targetkan sesuai timeline pada Agustus insya Allah bisa beroperasi secara resmi,” ujar Iwan, Rabu (11/3/2026).
Baca juga: LRT Jakarta Diperpanjang dari Manggarai hingga Dukuh Atas, Investasi Bertambah Rp 2,7 Triliun
Lima Stasiun Baru LRT Velodrome-ManggaraiPada proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai ini dibangun lima stasiun baru, yakni:
- Stasiun Rawamangun
- Stasiun Pramuka BPKP
- Stasiun Pasar Pramuka
- Stasiun Matraman
- Stasiun Manggarai
Jalur tersebut merupakan perpanjangan dari lintas Pegangsaan Dua–Velodrome yang telah beroperasi sejak 2019.
Di kawasan Manggarai, jalur LRT nantinya akan terintegrasi dengan layanan KRL Commuter Line Jabodetabek serta Transjakarta sehingga diharapkan mempermudah mobilitas masyarakat antarmoda transportasi umum.
Baca juga: Waskita Karya Kebut Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, Tes Jalur Lintasan Berjalan Lancar
Progres Proyek Capai 92,76 PersenSementara itu, PT Waskita Karya mencatat progres pengerjaan proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 92,76 persen.
Direktur Operasi II Waskita Karya, Paulus Budi Kartiko, mengatakan perusahaan terus mempercepat pengerjaan proyek dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan konstruksi dan pengguna jalan.
“Keselamatan konstruksi, baik dalam pengamanan konstruksi balance cantilever maupun pengguna jalan harus diutamakan,” kata Paulus, Rabu (20/5/2026), dikutip dari Antara.
Menurut Paulus, tantangan utama proyek berasal dari kondisi lalu lintas Jakarta yang padat dan keterbatasan ruang kerja di kawasan perkotaan.
Karena itu, pengerjaan konstruksi banyak dilakukan pada malam hari agar tidak mengganggu aktivitas lalu lintas.
Baca juga: Pramono Belum Tentukan Jalur LRT Jakarta, Dukuh Atas dan PIK 2 Masih Dikaji
Jalur Mulai Diuji CobaJakpro bersama Waskita Karya juga telah memulai rangkaian Testing and Commissioning (T&C) atau pengujian sistem perkeretaapian LRT Jakarta Fase 1B.
Pengujian dilakukan terhadap seluruh komponen dan subsistem, mulai dari jalur, persinyalan, kelistrikan, komunikasi, hingga integrasi operasional.
Salah satu pengujian yang telah dilakukan yakni tes lintasan sepanjang 3,6 kilometer dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Pramuka.





